Ketum Demokrat Pertama Geram Namanya Dicatut dalam Upaya Kudeta Demokrat

Ketum Demokrat Pertama Geram Namanya Dicatut dalam Upaya Kudeta Demokrat Foto: Demokrat

Ketua Umum pertama Partai Demokrat Prof. Subur Budi Santoso geram namanya dicatut dalam manuver ugal-ugalan gerakan pengambilalihan kepemimpinan (GPK) Partai Demokrat.

Subur menegaskan kalau kepengurusan partai bintang mercy di bawah komando Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah sah. Ia dan sejumlah kader senior partai keberatan nama mereka diseret-seret dalam upaya politik kotor tersebut.

"Benar kami melaksanakan pertemuan yang berlangsung di rumah makan Kado, Mid Plaza, pada tanggal 19 Februari 2021. Pertemuan ini dihadiri oleh Umar Said, Agus Abubakar, Wayan Sugiana, saya sendiri dan saudara Jhoni Allen Marbun,” pungkasnya.

Baca Juga: Ancaman Kudeta AHY, Demokrat: Pantau Terus!

Subur menambahkan pertemuan ini bertujuan meminta klarifikasi gerakan yang dilakukan oleh Jhoni Allen Marbun (JAM) dan kawan-kawan ini.

"Kami para senior menyayangkan gerakan emosional yang dilakukan oleh JAM. Kami justru menasehati ia untuk menghentikan gerakan (pengambilalihan partai-red) ini karena menurut kami tidak akan membesarkan Demokrat, bahkan sebaliknya, bisa mencoreng partai yang sedang meroket akhir-akhir ini di berbagai survei nasional,” paparnya.

Akan tetapi, lanjut Subur, pertemuan itu malah dipelintir, seolah-olah ia dan sejumlah kader senior menyetujui rencana Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengambilalih kekuasaan partai. Ketua Umum PD periode 2001-2005 ini merasa dirugikan dengan pemberitaan tersebut. Ia menyayangkan pemberitaan tersebut tak bertanggungjawab, juga tak melakukan verifikasi terlebih dahulu.

"Pemberitaan ini mencoreng nama baik dan reputasi saya sekaligus mengganggu hubungan baik dengan Ketum AHY serta jajaran pengurus PD saat ini,” tegas Prof. Subur.

Lebih lanjut ia mengungkapkan baru ketemu AHY seminggu sebelumnya.

"Kami diskusi lebih dari 2 jam dalam suasana yang hangat. Saya mendukung penuh kepemimpinan Mas AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” pungkas Guru Besar Emeritus Ilmu Antropologi Universitas Indonesia tersebut.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini