Banjir di Jabar Meluas, PLN Siaga Utamakan Keselamatan Masyarakat

Banjir di Jabar Meluas, PLN Siaga Utamakan Keselamatan Masyarakat Foto: Sufri Yuliardi

PLN terus bersiaga mengutamakan keselamatan masyarakat dalam penanganan banjir yang meluas pada beberapa daerah di Jawa Barat (Jabar). Sebanyak 3.799 personil PLN siagakan untuk mengamankan sistem kelistrikan yang terdampak banjir akibat hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah diantaranya di Cirebon, Bekasi, Karawang, Cikarang dan Gunung Putri. 

Sampai dengan Sabtu (20/2) pukul 12.00 WIB, terdapat 712 unit Gardu Distribusi dan 178.266 pelanggan yang terdampak banjir. Sementara sebanyak 206 gardu distribusi dan 63.613 pelanggan telah berhasil PLN nyalakan kembali. Baca Juga: Banjir Rendam 2 Gardu, 666 Pelanggan PLN di Jakarta Timur Kena Pemadaman Listrik

"Sistem kelistrikan yang terdampak longsor di garut sudah pulih 100%, sedangkan akibat banjir ini 114.653 pelanggan belum bisa kami operasikan kelistrikannya, karena masih tergenang banjir demi mengutamakan keselamatan masyarakat, kami terus melakukan siaga karena beberapa Lokasi seperti Gardu Induk Fajar di Cikarang mengkuatirkan sebab tanggul sungai di Samping GI Jebol" General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Agung Nugraha. Baca Juga: Kelakuan Warga +62 Mancing Ikan di Genangan Banjir

Untuk itu, PLN tetap menyiagakan 72 Posko yang tersebar di wilayah Jawa Barat dan sebanyak 3.799 orang personil serta menyiapkan 103 Genset, 20 UPS, 99 Unit Gardu Bergerak, 12 Unit Kendaraan Deteksi dan 700 Unit Kendaraan Operasional pada Kondisi Siaga ini. 

Agung menambahkan, pihaknya terus bekerja keras dan memantau kondisi di lapangan sejak hujan terus mengguyur wilayah Jawa Barat. Dirinya juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan di musim hujan dan banjir. 

Kemarin pada pukul 21.00 WIB, sistem kelistrikan di Wilayah Gunung Putri sempat normal 100%, namun hujan deras kembali melanda wilayah Jawa Barat Akibatnya wilayah tersebut kembali dilanda banjir bahkan jumlah gardu yang tredampak menjadi bertambah. 

Agung mengatakan melalui virtual meeting kepada seluruh pimpinan wilayah layanan PLN Jawa Barat untuk terus memperhatikan keselamatan personil dan pelanggan, terdapat kondisi yang menyebakan listrik dinonaktifkan demi keselamatan yaitu apabila rumah warga terendam, jaringan listrik PLN terendam, dan keduanya terendam. 

"PLN segera memulihkan listrik di lokasi banjir apabila semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik, serta kedua belah pihak menandatangani berita acara penyalaan," jelas Agung. 

Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Jawa Barat berupaya untuk meringankan beban masyarakat terdampak banjir dengan berbagi sembako pada korban banjir di desa Mekarsari, wilayah Ciledug dan Cirebon, sedangkan untuk wilayah Bekasi YBM PLN juga memberikan makanan siap saji berupa nasi bungkus. 

PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir untuk secara sigap mengambil langkah. PLN juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk hal tersebut. 

Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile. 

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini