Pasukan NATO Bertambah 8 Kali Lipat, Irak Layangkan Protes: Tak Dapat Diterima

Pasukan NATO Bertambah 8 Kali Lipat, Irak Layangkan Protes: Tak Dapat Diterima Foto: Unsplash/@mhrezaa

Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen Irak, Amir al-Faiz mengatakan, penambahan jumlah pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Irak tidak dapat diterima.

Hal ini disampaikannya saat merespon keputusan NATO menambah pasukannya di Irak. Dikutip Pars Today, Amir kepada Sputnik pada Jumat (19/2/2021) malam menekankan, pasukan asing tidak dibutuhkan. Karena aparat keamanan Irak mampu mencegah agresi dan masalah. Ini telah terbukti dalam perang melawan ISIS.

Baca Juga: Karena Alasan Ini, NATO Masih Ogah Tarik Mundur Pasukannya dari Afghanistan

"Parlemen akan meminta penjelasan pemerintah terkait permohonan tambahan pasukan NATO dan mengapa Baghdad tidak merujuk kepada parlemen," tambah al-Faiz.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan, NATO memutuskan menambah jumlah personilnya di Irak delapan kali lipat, dari 500 orang menjadi 4000 personil.

Sekaitan dengan ini, Qasim al-Araji, Penasihat Keamanan Nasional Irak saat merespons protes elite politik dan ulama negara ini atas rencana NATO menambah pasukannya di negara ini mengatakan, misi NATO berdasarkan kesepakatan pemerintah Irak dan non tempur.

Al-Araji menekankan, "Kami bekerja sama dengan dunia internasional dan memanfaatkan pengalaman mereka dalam konsultasi dan pelatihan untuk meningkatkan keamanan."

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini