Australia Jadi Ogah Sosialisasikan Vaksin Lewat Facbook, Ternyata Ini Alasasnnya...

Australia Jadi Ogah Sosialisasikan Vaksin Lewat Facbook, Ternyata Ini Alasasnnya... Kredit Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Pemerintah Australia menjanjikan kampanye publisitas untuk peluncuran vaksin COVID-19 pada hari Minggu (21/2/2021), tetapi tidak akan memasang iklan di Facebook.

Perselisihan antara Facebook dan Pemerintah Australia masih berlanjut karena raksasa media sosial itu memblokir konten berita dari platformnya di negara itu.

Baca Juga: Warga Australia Berbondong-bondong Turun ke Jalan Buat Tolak Vaksinasi

Facebook Inc. pada hari Kamis (18/2/2021) mendadak memutuskan untuk menghentikan warga Australia berbagi berita di platformnya dan menurunkan halaman outlet media dalam dan luar negeri juga menutup beberapa akun pemerintah negara bagian dan departemen darurat.

Hal ini menarik tanggapan marah dari anggota parlemen di seluruh dunia.

Beberapa jam sebelum Australia mulai vaksinasi dengan vaksin Pfizer/BioNTech, Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan pemerintah akan memulai kampanye komunikasi yang luas, termasuk online, untuk memastikan orang-orang yang rentan muncul untuk disuntik.

Tetapi larangan pengeluaran departemen kesehatan untuk beriklan di Facebook akan tetap berlaku sampai perselisihan antara perusahaan Big Tech dan Australia, diselesaikan. Ini terkait dengan undang-undang baru untuk membuat Facebook membayar konten berita.

"Dalam pengawasan saya, sampai masalah ini diselesaikan, tidak akan ada iklan Facebook," kata Hunt dilansir di Reuters, Minggu (21/2/2021).

"Belum ada yang ditugaskan atau dilembagakan sejak perselisihan ini muncul. Pada dasarnya Anda memiliki raksasa perusahaan yang bertindak sebagai pengganggu yang berdaulat dan mereka tidak akan lolos begitu saja." tambahnya.

Sejak berita itu ditutup, Bendahara Josh Frydenberg mengatakan dia akan berbicara dengan Facebook tentang perpindahannya selama akhir pekan.  

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini