Dukung Ekonomi Desa, Unit KKN UNS Gelar Pelatihan Pewarnaan Kain dengan Metode Ini!

Dukung Ekonomi Desa, Unit KKN UNS Gelar Pelatihan Pewarnaan Kain dengan Metode Ini! Kredit Foto: KKN UNS Kelompok 72

Di tengah pandemi banyak masyarakat harus rela kehilangan mata pencahariannya. Tak terkecuali warga Desa Sepat, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), lalu belum menemukan pekerjaan baru.

Situasi itu menggugah Unit Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret (KKN UNS) Kelompok 72 mengadakan pelatihan pewarnaan kain dengan metode shibori di Desa Sepat, Kabupaten Sragen, Sabtu (30/1/21) di Kantor Kelurahan Sepat.

Acara itu melibatkan 20 peserta, berkolaborasi dengan Yosua Novalesi (penggerak Batik Pandansari) sebagai pembicara. "Pelatihan pewarnaan kain dengan metode shibori sangat unik, dan belum pernah ada sebelumnya di Desa Sepat, jadi saya sangat mendukung kegiatan mahasiswa UNS,” ujar Kepala Desa Sepat, Mulyono.

Baca Juga: Warganet: Emas Lebih Baik dari Bitcoin, Begini Kata Orang Terkaya Dunia

Baca Juga: Investor Institusi Makin Terbuka dengan Bitcoin, Harga Sempat Tembus Rp820 Juta per Keping!

Tak hanya Mulyono yang begitu antusias dengan pelatihan ini, tetapi masyarakat setempat juga  senang karena memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang berguna. 

Pelatihan tersebut merupakan pelatihan pembuatan kain tie dye yang sedang naik daun di kalangan anak muda Indonesia. Namun, pada pelatihan ini teknik yang sedikit berbeda dengan teknik pembuatan tie dye pada umumnya.

Di kegiatan itu, peserta menggunakan teknik Itajime Shibori; teknik pewarnaan kain yang populer di Jepang. Mirip dengan teknik Arashi Shibori, teknik Itajime Shibori juga menggunakan batang atau pipa. Namun, teknik itajime membutuhkan dua batang atau pipa untuk menjepit kain dan mengikatnya dengan erat. Teknik ini akan menghasilkan pola grid atau kotak-kotak. 

Kemudian, pameran kain tie dye karya masyarakat Sepat akan berlangsung pada acara perpisahan KKN pada Rabu (24/2/21) dalam bentuk audio visual, seperti foto dan video. 

Melihat antusias masyarakat Desa Sepat yang tinggi, pelatihan pewarnaan kain dengan metode shibori itu harapannya dapat meningkatkan kreativitas dan ekonomi penduduk Desa Sepat.

Penulis: Aulia Rahma Dityaningrum (Universitas Sebelas Maret)

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini