Dukung Ekspor Chandra Asri, DBS Kasih Pendanaan Rp845 Miliar

Dukung Ekspor Chandra Asri, DBS Kasih Pendanaan Rp845 Miliar Foto: Sufri Yuliardi

Bank DBS mengumumkan memberikan fasilitas perdagangan terstruktur senilai USD60 juta atau sekira Rp845 miliar kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri), untuk mendukung upaya perseroan dalam meningkatkan pertumbuhan ekspor produk petrokimia dari Indonesia.

Tan Su Shan, Group Head of Institutional Banking Bank DBS mengatakan, pihaknya senang dapat melanjutkan kemitraan panjang dengan Chandra Asri, sebagai perusahaan petrokimia terkemuka di Indonesia, selama bertahun-tahun.

Solusi pembiayaan perdagangan yang terstruktur secara unik ini memberi Chandra Asri kemampuan untuk mencapai, skala, dan mendiversifikasi akses ke pembiayaan kompetitif .

"Kami berharap dapat terus bekerja dengan Perseroan dan membantu lebih banyak perusahaan dari Indonesia berkembang dan tumbuh secara internasional," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (22/2/2021).

Baca Juga: Bank DBS Indonesia dan Cipta Kridatama Diganjar 'Best Employer' 2020

Berbeda dengan fasilitas perdagangan biasanya, struktur fasilitas yang diberikan kepada Chandra Asri ini secara unik mengintegrasikan kombinasi dari produk perdagangan untuk memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini menjawab kebutuhan perdagangan perusahaan dan memberikan fleksibilitas bagi Chandra Asri untuk meningkatkan fasilitas ini secara cepat pada saat pertumbuhan ekspor perusahaan meningkat di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Erwin Ciputra, Presiden Direktur Chandra Asri menuturkan, rekam jejak Bank DBS yang sangat baik dalam memahami kebutuhan klien, menjalankan struktur yang kompleks, dikombinasikan dengan fokus mereka pada kemitraan jangka panjang telah dan terus menjadi elemen kunci dari kekuatan mereka.

Baca Juga: Implementasikan Green Chemistry, Chandra Asri Gandeng Ecolab

"Kami senang dapat melanjutkan hubungan yang kuat dengan Bank DBS melalui fasilitas perdagangan terstruktur yang inovatif dan elegan, yang mendukung rencana strategis kami untuk pertumbuhan ekspor produk petrokimia,” kata Erwin.

Chandra Asri adalah produsen petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia dan mengoperasikan satu-satunya Naphtha Cracker yang memproduksi Olefins (Ethylene, Propylene), Pygas dan Mixed C4, serta Polyolefins (Polyethylene dan Polypropylene).

Belum lama ini, Chandra Asri telah menyelesaikan pembangunan pabrik Butene 1 dan Methyl Tert-Butyl Ether (MTBE) yang pertama kalinya di Indonesia pada tahun 2020 dengan tepat waktu di tengah masa pandemi Covid-19.

Hal ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk mengintegrasikan secara vertikal, mendukung konsumsi domestik, dan meningkatkan penjualan ekspor monomer dan polimer dari Indonesia untuk meningkatkan neraca pembayaran negara.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini