Pliss! Jangan Salah Kaprah, Vaksin Bukan untuk Mencegah Penularan Covid-19

Pliss! Jangan Salah Kaprah, Vaksin Bukan untuk Mencegah Penularan Covid-19 Foto: Fajar Sulaiman

Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih berlangsung dan membawa berbagai perubahan dalam kehidupan. Distribusi vaksin yang sudah mulai dijalankan sejak bulan Januari 2021 membawa harapan besar bagi masyarakat untuk dapat mengendalikan penyebaran virus Covid-19. Namun meskipun Anda telah divaksinasi, jangan pernah melupakan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, vaksin bukan untuk mencegah penularan virus Covid-19 lho.

dr. Vito Anggarino Damay, Sp.JP(K)., M.Kes., FIHA, FAsCC, dalam vaksinasi, yang paling penting untuk diperhatikan adalah informasi petunjuk teknis di pos-pos vaksinasi, dan masyarakat harus selalu menaati peraturan yang sudah ditetapkan.

Penerima vaksin juga harus memperhatikan syarat-syarat, diantaranya seperti berusia 18-59 tahun, suhu tubuh di bawah 37,5 celcius, tensi darah di bawah 140/90, serta menjawab pertanyaan screening terkait riwayat penyakit/kondisi kesehatan dengan jujur agar fungsi vaksin dapat bekerja dengan maksimal.

Adapun prioritas penerima vaksin ditetapkan berdasarkan pertimbangan yang matang dari pemerintah, saat ini didahulukan untuk tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Baca Juga: Nakes Positif Covid-19 Usai Divaksin, Kemenkes Angkat Bicara

"Namun perlu juga diperhatikan bahwa jika sudah menerima vaksin, tidak boleh lengah dan harus selalu menjalankan protokol kesehatan. Vaksin bukan untuk 100% mencegah penularan virus, tapi untuk memperkuat sistem imunitas/membentuk antibodi dan mengurangi gejala yang dapat timbul ketika terpapar virus,” kata dia dalam webinar Allianz Life bertajuk “Apakah Saya Bisa Divaksin?” di Jakarta, Senin (22/2/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Nicolaus Satya Bharata, Head of Employee Benefits Allianz Life Indonesia, webinar ini adalah salah satu upaya Allianz Life berbagi informasi yang dapat menambah pengetahuan nasabah maupun masyarakat luas, yang kali ini berkaitan dengan perkembangan dan informasi seputar vaksin Covid-19.

“Allianz Life Indonesia sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan, fokus dalam menyediakan produk dan layanan Asuransi Kesehatan dan Program Kesejahteraan Karyawan (Employee Benefit). Seiring dengan strategi kami untuk insure more people, atau memberikan perlindungan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia, kami juga memberikan nilai tambah kepada nasabah," tuturnya.

Sementara itu, Dionisius Nathaniel, Chief Marketing Officer Halodoc menuturkan, di masa pandemi Covid-19, nasabah asuransi kesehatan kumpulan atau Employee Benefit Allianz dapat menghubungkan asuransi yang dimiliki dengan aplikasi Halodoc untuk mendapatkan kemudahan layanan kesehatan digital tanpa tambahan premi.

“Dengan pemanfaatan layanan digital yang ditawarkan Halodoc, nasabah dan keluarga tertanggung dapat dengan mudah melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter, serta memperoleh layanan pembelian obat secara online yang akan diantar ke rumah masing-masing. Semua dapat dinikmati secara cashless dengan memotong manfaat rawat jalan nasabah," ungkapnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini