Buka Kupingnya Lebar-lebar, Inggris Terang-terangan Tantang China di PBB Soal Uighur

Buka Kupingnya Lebar-lebar, Inggris Terang-terangan Tantang China di PBB Soal Uighur Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter

Inggris mengatakan akan menyerukan kepada PBB agar diberikan akses "mendesak dan tidak terkekang" ke Xinjiang. Akses ini, menurut Inggris, dibutuhkan untuk bisa menyelidiki laporan pelanggaran HAM di wilayah China itu.

Seruan itu akan menandai kembalinya Inggris ke Dewan HAM PBB. Di mana, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab akan mengutuk catatan HAM China dan Rusia, di mana keduanya juga anggota Dewan HAM, dalam pertemuan badan PBB itu.

Baca Juga: Buka Matanya! Ada Bukti Kredibel China Lakukan Pengendalian Populasi, Genosida Uighur Nyata

Soal China Raab akan merujuk pada laporan pelanggaran di Xinjiang, termasuk penyiksaan, kerja paksa dan sterilisasi paksa terhadap wanita, yang menurut London terjadi dalam skala industri.

"Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, atau ahli pencari fakta independen lainnya, harus - dan saya ulangi harus - diberikan akses yang mendesak dan tidak terkekang ke Xinjiang," kata Raab, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (22/2/2021).

China telah dikecam secara luas karena mendirikan kompleks di Xinjiang yang digambarkan Beijing sebagai "pusat pelatihan kejuruan" untuk membasmi ekstremisme dan memberi orang keterampilan baru.

Aktivis dan kritikus Beijing, termasuk negara-negara Barat, menyebut mereka kamp konsentrasi. PBB mengatakan bahwa setidaknya satu juta orang Uighur dan Muslim lainnya telah ditahan di Xinjiang.

Raab juga mengatakan, dia akan turut mengangkat perlakuan "memalukan" terhadap kritikus Kremlin,Alexei Navalny, krisis di Myanmar dan situasi di Belarusia. Baca juga: Menlu AS Blinken Tekan China Soal Xinjiang dan Hong Kong

Dia akan menjabarkan langkah-langkah yang diambil Inggris untuk mengatasi masalah ini, seperti sanksi dan mendorong lain lain untuk mengikutinya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini