Di Bawah Tekanan Sanksi Amerika, Produsen HP China Ini Masih Catat Pertumbuhan

Di Bawah Tekanan Sanksi Amerika, Produsen HP China Ini Masih Catat Pertumbuhan Kredit Foto: Unsplash/Omid Armin

Di bawah sanksi Amerika Serikat (AS), Huawei mencatatkan sedikit pertumbuhan dalam kinerja tahunannya berkat tingkat kepercayaan signifikan dari pelanggan.

Melansir Reuters, Selasa (23/2/2021), walau operasi relatif stabil, Huawei berada dalam kesulitan luar biasa tahun lalu, menurut Rotating Chairman Huawei, Ken Hu di Mobile World Congress.

"Huawei berhadapan dengan kesulitan luar biasa, dengan dukungan mitra," ujarnya.

Baca Juga: Kelola Bisnis Fesyen dengan Omzet Rp2 M per Bulan, Begini Jurus Jitu Wanita Ini

Baca Juga: Sama Seperti Apple, Xiaomi Mau Terjun ke Produksi Mobil Listrik, yang Benar?

Awal bulan ini, Pendiri dan Kepala Eksekutif Huawei, Ren Zhengfei berharap pemerintahan Joe Biden akan menerapkan kebijakan terbuka terhadap mitranya.

Ia mengatakan, "Perusahaan mencatatkan pertumbuhan positif dan laba bersih pada 2020."

Huawei masuk ke daftar hitam ekspor oleh mantan Presiden AS, Donald Trump pada 2019. Karena itu, perusahaan itu tak boleh mengakses teknologi penting asal AS; memengaruhi kemampuan perusahaan merakit chip dan memasok komponen dari vendor luar.

AS melakukan itu karena khawatir peralatan Huawei mengakibatkan masalah keamanan. Huawei berulang kali membantah tuduhan itu.

Pada Senin, Huawei meluncurkan ponsel lipat 5G, Mate X2 yang akan menggunakan prosesor Kirin milik perusahaan. Meski model termurahnya berharga 17.999 yuan (sekitar Rp39,3 juta), ponsel itu tak bertujuan menantang ponsel arus utama.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini