Wadaw, Putri Mahkota PDIP hingga Para Menteri Jokowi Kalah Telak sama Habib Rizieq!

Wadaw, Putri Mahkota PDIP hingga Para Menteri Jokowi Kalah Telak sama Habib Rizieq! Foto: Antara/Fauzan

Elektabilitas mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab lebih tinggi dari Ketua DPR Puan Maharani dalam survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Survei tersebut bertajuk Evaluasi Publik terhadap Kondisi Nasional dan Peta Awal Pemilu 2024 yang diumumkan pada Senin 22 Februari 2021. Dalam kategori Top of Mind, Rizieq Shihab berada di urutan ke-15 dengan 0,2%.

Selain Rizieq Shihab, ada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Ketua Komisi IV DPR dari Fraksi Golkar Dedi Mulyadi di urutan ke-15 dengan skor yang sama. Sedangkan Puan Maharani hanya memperoleh 0,1% di urutan ke-16.

Baca Juga: Diterjang Banjir Kritikan Tak Becus Atasi Banjir, Anies Mah Santuy: Terima Kasih

Selain Puan Maharani, ada sejumlah tokoh di urutan dan skor yang sama. Mereka adalah Presenter Najwa Shihab, Wali Kota Bogor Bima Arya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Faiq, Ariesta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Kemudian Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Wiranto, dan Said Aqil Siradj. Pada kategori itu, sebanyak 45.3% responden belum menjawab.

Pada kategori simulasi semi terbuka, Habib Rizieq juga unggul dari Puan putri Megawati Soekarnoputri itu. Rizieq Shihab di urutan ke-15 dengan 0,7%, sedangkan Puan Maharani di urutan ke-20 dengan 0,2%.

Pada kategori ini, sebanyak 10.4% responden belum menjawab. Adapun survei itu dilakukan LSI dengan metode wawancara lapangan pada 25-31 Januari 2021.

Sedangkan margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95% (dengan asumsi simple random sampling). Lalu, dilakukan oversample di 11 provinsi masing-masing sebanyak 100 responden sehingga total sampel yang dianalisis pada laporan ini sebanyak 2.300 responden.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini