Digosipin Ini-Itu, Posisi Partai Bu Megawati Tetap Kokoh

Digosipin Ini-Itu, Posisi Partai Bu Megawati Tetap Kokoh Foto: Antara/Wahyu Putro A

Berdasarkan hasil survei empat lembaga menempatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai politik yang paling diminati oleh rakyat. PDIP mengungguli Gerindra dan Golkar dengan marjin yang sangat jauh mencapai 14 persen dan 15 persen, seperti yang dirilis Parameter Politik.

"PDIP sementara masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi 25,1 persen disusul Golkar dengan 11,2 persen dan Gerindra 10,9 persen," demikian data rilis survei Parameter Politik.

Bahkan, hasil survei Lembaga Survei Indometer menunjukkan elektabilitas PDIP masih teratas yakni 22,3 persen jauh mengungguli Gerindra 13,5 persen dan Golkar 8,3 persen. Termasuk hasil survei Litbang Kompas pun masih menempatkan PDIP sebagai partai yang paling dipilih oleh rakyat dengan 19,7 persen. Baca Juga: Curhat Sekjen PDIP Hasto Sempat Ingin Pindah dari Bekasi karena Rumahnya Langganan Banjir

“Artinya, meskipun PDIP di bawah tekanan media, PDIP tetap dipilih oleh rakyat,” kata Pengamat Politik, Ninoy Karundeng, di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Lebih lanjut, seperti pemberitaan disalah satu media yang membuat opini dengan mengaitkan kasus korupsi Bansos Juliari Batubara dengan petinggi PDIP, seperti Herman Hery dan bahkan Madam, ternyata gagal menggerogoti popularitas dan elektabilitas PDIP. Baca Juga: PDIP-Demokrat Makin Panas, Karena SBY Bohong? Pantas Bu Megawati Kecewa

Berbagai hasil survei menunjukkan elektabilitas PDIP lebih tinggi, bahkan melebihi pencapaian dalam pemilu legislatif 2019, yang hanya 19,33 persen, dengan Gerindra dan Golkar dengan kisaran angka 12 persen. 

Lembaga survei lain juga menempatkan partai pimpinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ini sebagai partai yang dipilih oleh rakyat. Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil yang sama, yakni menempatkan PDIP sebagai partai teratas dengan 20,1%.

“PDIP 20,1%, Gerindra (11%), Golkar (8,3%), PKS (6,8%), PKB (6,7%), Demokrat (4%), Nasdem (2,5%), PAN (2,5%), PPP (1,5),” kata Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif LSI, di Jakarta, Selasa (23/2).

Tingginya elektabilitas PDIP, menurut Ninoy Karundeng, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain, pertama, aktivitas para anggota legislatif PDIP yang turun ke masyarakat, sehingga PDIP tetap didukung oleh rakyat.

Kedua, konsistensi PDIP dalam mendukung kestabilan politik sebagai partai besar pengusung Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, di tengah pandemic Covid-19 yang melanda dunia.

“Rakyat tahu kinerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jokowi dan dukungan partai politik seperti PDIP, Gerindra, Golkar, sangat penting. Untuk itu ketiga partai tersebut masih menempati urutan teratas meskipun awalnya Gerindra adalah lawan politik Jokowi-Ma’ruf Amin, meskipun khusus PDIP di bawah serangan media seperti Tempo,” pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini