Cukai Rokok Kerek Penerimaan Bea Cukai Januari 2021

Cukai Rokok Kerek Penerimaan Bea Cukai Januari 2021 Foto: Bea Cukai

Kementrian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan bea cukai hingga akhir Januari 2020 sebesar Rp12,5 triliun atau 5,82% dari target Rp214,96 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan realisasi penerimaan itu tumbuh 175,34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok dan Tarif Tol Sumbang Inflasi di Januari 2021

“Penerimaan didorong oleh kinerja cukai hasil tembakau yang tumbuh 626% dan bea keluar sebesar 923%,” kata Menkeu dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/2/2020).

Menkeu memaparkan realisasi tersebut masing-masing disumbang oleh penerimaan cukai Rp9,09 triliun, bea masuk sebesar Rp2,3 triliun dan bea keluar Rp1,11 triliun. Khusus penerimaan cukai, realisasinya mencapai 5,05% dari target yang telah ditetapkan.

Penerimaan cukai ini didorong oleh pertumbuhan penerimaan dari hasil tembakau yang tumbuh 626% atau sebesar Rp8,83 triliun. Di sisi lain, pertumbuhan realisasi bea keluar didorong kenaikan beberapa ekspor barang mineral diantaranya tembaga dan kelapa sawit (CPO).

Dimana kedua komoditas tersebut memiliki produksi yang meningkat serta harga yang relatif sangat tinggi.

“Tembaga mencapai Rp.189 miliar. Sementara produk kelapa sawit dan kakao tumbuh cukup signifikan. Untuk bauksit, kayu dan kulit serta mineral lainnya turun,”tambahnya.

Untuk bea masuk pada Januari terjadi kontraksi 19,07% (yoy) yang dipengaruhi oleh sektor perdagangan dan sektor industri pengolahan. Kontraksi juga terjadi karena adanya penurunan devisa bayar yang mencapai 12%.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini