Elektabilitas Partai Golkar Menurun, Kader Terus Ikhtiar Perbaiki Diri

Elektabilitas Partai Golkar Menurun, Kader Terus Ikhtiar Perbaiki Diri Kredit Foto: Antara/Didik Suhartono

Politisi muda Partai Golkar Dito Ariotedjo menyambut baik beragam hasil survei partai politik yang tengah menjamur. Beragam hasil survei itu, nantinya akan menjadi koleksi data dan acuan agar partainya semakin baik.

"Oleh karena itu saat ini Partai Golkar melalui kader-kadernya di pemerintahan berusaha untuk terus berkontribusi dan berkarya untuk kemajuan Indonesia, terutama dalam melewati pandemi," ujar Dito kepada RM.id, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga: Cerita JK Pecah Kongsi dengan SBY di Pilpres 2009: Minta ke Golkar 5 Nama, Ini Berarti Menghina Saya

Termasuk ketika hasil survei menyebut elektabilitas Partai Golkar menurun. Misalnya, Litbang Kompas, yang menilai elektabilitas Partai Golkar saat ini berjumlah 3,4 persen. Terus menurun dari survei Oktober dan Agustus 2020 sebesar 7,7 persen dan 5,9 persen. Golkar bertengger di posisi keenam.

Survei Litbang Kompas ini diadakan pada 27 Desember 2020-9 Januari 2021 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error 2,83 persen.

"Survei Litbang Kompas terakhir yang dibuat dalam periode liburan tahun baru kemarin ini tentunya akan menjadi koleksi data kami. Namun memang hasil survey tersebut agak bias, jika melihat dinamika politik akhir ini," sebutnya.

Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) ini mengatakan, partainya terus ikhtiar memperbaiki diri agar tampil lebih baik untuk rakyat. Misalnya, memperkuat kualitas kepala daerah maupun anggota legislatif melalui Golkar Institute.

Bahkan, lanjutnya, pasca Pilkada Serentak 2020, Partai Golkar telah mempersiapkan kader kepala daerah agar bisa merealisasikan program kerja 100 hari.

"Kami terus berkomitmen agar bekerja cerdas, ikhlas, dan tuntas agar dapat kembali merebut hati rakyat dalam pemilu mendatang baik pemenangan di legislatif maupun eksekutif," pungkasnya. 

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini