Ancaman Siber Naik Sejak Pandemi, Begini Loh Cara Atasinya

Ancaman Siber Naik Sejak Pandemi, Begini Loh Cara Atasinya Kredit Foto: Unsplash/Rawpixel

Pandemi mengubah cara kerja karyawan di perusahaan, termasuk Indonesia. Laporan terbaru Cisco menunjukkan, lebih dari 52% karyawan perusahaan di Indonesia bekerja jarak jauh selama pandemi.

Bahkan, laporan yang sama menyebut, 32% perusahaan mengaku akan melanjutkan sistem bekerja jarak jauh setelah pandemi selesai. Namun, 78% dari responden mencatatkan kenaikan ancaman keamanan hingga 25% sejak awal pandemi.

Karena itulah, perusahaan harus waspada terhadap serangan siber. "Perusahaan saat ini harus sadar, ketahanan siber itu sesuatu yang penting sejak awal, bukan hanya dalam penindakan," begitulah kata Director of Cybersecurity ASEAN, Cisco, Juan Huat Koo, Kamis (25/2/2021).

Baca Juga: Atasi Ketidakstabilan Bitcoin, Negara Ini Bakal Rilis Dolar Digital Sendiri

Baca Juga: Pantas Getol Mau Larang Bitcoin, Ternyata Negara Ini Mau Rilis Duit Digital Sendiri

46% mengaku siap mendukung peralihan ke bekerja jarak jauh. Namun, 5% mengaku belum siap menghadapinya.

Apa yang membuat mereka tidak siap? Menurut Managing Director Cisco Indonesia, Marina Kacaribu, "2 tantangan terbesar yang mereka hadapi ialah secure access dan privasi data."

Ada pula beberapa hal yang menjadi kendala melindungi lingkungan kerja jarak jauh, yakni: laptop/komputer kantor (74%), aplikasi cloud (68%), informasi pelanggan (68%), dan penggunaan perangkat pribadi dalam bekerja (61%).

Untuk mengatasi tantangan itu, Cisco menyarankan agar karyawan dan perusahaan menerapkan hal-hal berikut ini:

1. Mengadopsi strategi zero-trust;

2. Menggunakan autentikasi dua faktor;

3. Memakai VPN;

4. Melindungi Office 365 dari ancaman lanjutan.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini