Transformasi ke Digital, Pelindo 1 Tetap Tumbuh Positif Selama Covid-19

Transformasi ke Digital, Pelindo 1 Tetap Tumbuh Positif Selama Covid-19 Kredit Foto: Mochamad Rizky Fauzan

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1, Dani Rusli Utama, mengatakan bahwa fondasi yang kuat dibangun dengan terus meningkatkan kinerja dan kualitas layanan. Dalam lima tahun terakhir, Pelindo 1 mencatatkan trafik kinerja yang positif, khususnya di bidang peti kemas.

"Bahkan, di tengah pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian nasional dan global, Pelindo 1 tetap mampu mencatat kinerja positif sepanjang 2020," kata Dani dalam "Diskusi dengan Pemimpin Redaksi Nasional", Kamis (25/2/2021).

Baca Juga: Pelindo 1 Dukung Logistik Indonesia Bisa Lebih Murah

Dani membeberkan, segmen bongkar muat peti kemas Pelindo 1 tumbuh 6,35% dari 1,33 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit) pada 2019 menjadi 1,42 juta TEUs pada 2020.

Kendati masih diliputi pandemi, Pelindo 1 tetap berkomitmen meningkatkan kinerja pada 2021. Tahun ini, Pelindo 1 menargetkan throughput bongkar muat peti kemas pada 2021 mencapai 1,57 juta TEUs, meningkat 10% dibandingkan realisasi tahun 2020 yang sebesar 1,42 juta TEUs.

Sementara, volume General Cargo, Curah Cair, dan Curah Kering diproyeksikan mencapai 30,2 juta ton, tumbuh 22% dibandingkan realiasi tahun sebelumnya yang sekitar 24,8 juta ton. Peningkatan bongkar muat peti kemas dan kargo tersebut diharapkan tercapai seiring naiknya kunjungan kapal yang ditargetkan tumbuh 40% menjadi 73.919 call pada 2021.

"Tantangan tahun 2021 akan jauh lebih berat. Namun demikian, saya yakin kita mampu tetap mampu tumbuh positif. Untuk itu, kita harus terus mengembangkan 4 prinsip dasar bisnis dan layanan, yakni lebih cepat, lebih murah, lebih transparan, dan lebih baik dalam tampilan atau kemasan layanan. Ini sejalan dengan Value BUMN dan juga Value Perusahaan, yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif)," kata Dani.

Untuk mencapai target 2021, terdapat sejumlah strategi yang akan dilakukan. Pelindo 1 akan mengoptimalkan layanan di Pelabuhan Belawan melalui Terminal Petikemas Belawan Fase 2 yang menerapkan pola operasi dan teknologi yang berstandar internasional.

Selain itu, Pelindo 1 juga akan bersinergi dengan otoritas pemerintah, sejumlah BUMN dan swasta seperti BP Batam dalam pelayanan pemanduan dan penundaan, KEK Sei Mangke (PTPN III), Inalum, dan Pertamina.

Terjun ke bisnis e-logistic, Pelindo 1 bekerja sama dengan dua perusahaan logistik besar di Indonesia, yakni Haistar dan LODI untuk pengelolaan fulfilment service dengan mengoptimalkan seluruh potensi logistik dengan pemanfaatan IoT (Internet of Things).

Pelindo 1 menerapkan sistem pelayanan jasa kepelabuhanan yang memberi kemudahan bagi pengguna jasa, yaitu Indonesia Gateway Master Terminal (IGMT) yang dapat diakses melalui web portal https://igateway.pelindo1.co.id dan Container Terminal Operating System (CTOS) yang digunakan di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan.

Adapun saat ini sedang dikembangkan layanan digital berupa i-Marine, Shore Connection, dan Port Operation Command Center (POCC), yakni layanan operasi yang akan dikendalikan dalam suatu sistem secara real time.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini