Geger Paksaan Anal Swab Test, China: Kami Tak Tuntut Diplomat AS Lakukan...

Geger Paksaan Anal Swab Test, China: Kami Tak Tuntut Diplomat AS Lakukan... Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter

Kementerian Luar Negeri China membantah telah meminta diplomat AS, menjalankan anal swab test untuk memastikan tidak terjangkit Covid-19.

Bantahan ini disampaikan, menyusul maraknya laporan media yang mengungkap keluhan sejumlah diplomat AS terkait hal tersebut.

Baca Juga: Tes Covid-19 Metode Swab Akan Diganti dengan Saliva | Infografis

Dalam edisi Rabu (24/2/2021), media AS Vice menyebut, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri China mengatakan pelaksanaan tes tersebut keliru. Selain itu, pemerintah China juga disebut akan menyetop tes semacam itu untuk diplomat AS.

"Sepanjang pengetahuan saya, pemerintah China tidak pernah meminta diplomat AS yang ditempatkan di Negeri Tirai Bambu, untuk melaksanakan anal swab test," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam konferensi pers di Beijing, seperti dilansir Reuters, Kamis (24/2/2021).

Dalam pernyataan via email yang ditujukan kepada Reuters, perwakilan Kemenlu China mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh terhadap keamanan dan keselamatan seluruh diplomat AS beserta keluarga di Negeri Tirai Bambu, serta tetap menjaga martabat mereka.

Sejumlah kota di China menerapkan anal swab test yang mengambil sampel dari anus, untuk mendeteksi potensi infeksi di tengah peningkatan skrining, dalam serangkaian wabah regional yang terjadi menjelang Tahun Baru Imlek, pada 12 Februari lalu.

Anal swab test yang mengambil sampel dari tinja, dapat menguji potensi infeksi yang tidak terdeteksi dalam swab test biasa yang menguji sampel pangkal hidung dan tenggorokan.

"Dengan kata lain, anal swab test dapat mendeteksi virus Covid, yang mungkin saja tidak bertahan lama di saluran pernapasan," kata dokter ahli pernapasan Li Tongzeng di Beijing, dalam pernyataan yang disampaikan via Stasiun TV Pemerintah, pada Januari 2021.

Sementara itu, dalam makalah yang diterbitkan pada tahun lalu, para peneliti di Chinese University of Hong Kong berpendapat, tes fesesĀ  juga lebih efektif dalam menemukan infeksi pada anak-anak dan bayi. Alasannya, tinja mereka mengandung viral load yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini