Elektabilitas Terus Naik, Demokrat dan PKS Rasakan Berkah Jadi Oposisi

Elektabilitas Terus Naik, Demokrat dan PKS Rasakan Berkah Jadi Oposisi Kredit Foto: Twitter PKS

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengaku, tidak heran dengan terus naiknya elektabilitas Partai Demokrat dan PKS dalam berbagai survei. Pasalnya, hanya kedua partai tersebut yang sekarang dinilai sebagai oposisi.

Ketika semua partai masuk koalisi Pemerintah, tidak semua pemilihnya ikut. Misalnya, ketika Gerindra dan Prabowo bergabung dengan pemerintah, maka para pemilihnya yang selama ini beroposisi mencari partai baru. Nah, suara mereka pun masuk ke Demokrat dan PKS.

Baca Juga: Jokowi Effect: Jadi Sasaran Tembak, Elektabilitas PDIP Malah Naik

Apalagi, kedua partai ini selalu tampil mengkritisi kebijakan Pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat. Karena itu, mereka dapat berkah kenaikan elektabilitas.

"Demokrat dan PKS naik karena jadi oposisi," kata Ujang saat dihubungi RM.id, Jumat (26/2). 

Hal sama dirasakan Partai Solidaritas Indonesia (PSi). Partai yang baru berusia seumur jagung itu tengah merasakan indahnya kenaikan elektabilitas. Ujang mensinyalir pemilih PDIP mulai berpaling ke partai yang dinahkodai Giring Ganesha itu. 

"PSI naik ini bisa ambil suara PDIP. Ceruk suaranya hampir sama. Karena PDIP turun, PSI yang naik," sebut pengamat politik Universitas Al Azhar itu. Meski demikian, menurut Ujang, masih banyak kemungkinan untuk seluruh parpol merubah nasib elektabilitasnya. Karena masing-masing partai akan tancap gas setelah melihat dinamika politik saat ini.

"Pemilu masih lama. Jadi soal naik turunnya suara berdasarkan survey itu akan dinamis, akan berubah setiap waktu," tutupnya. 

Sebelumnya, survei Y-Publica menunjukkan dalam empat bulan terakhir elektabilitas PDIP anjlok. Sementara itu Demokrat melesat ke posisi empat besar, dan elektabilitas PSI menembus 5 persen. 

Berdasarkan survei yang dilakukan pada Maret hingga Oktober 2020, PDIP jauh memimpin dengan elektabilitas di kisaran 30 persen, kini turun jauh menjadi 23,4 persen. Demokrat yang sebelumnya di kisaran 3 persen, kini melejit menjadi 7,2 persen.

Lalu di tengah wacana kenaikan ambang batas parlemen menjadi 5 persen. PSI berhasil mengamankan posisi dengan kenaikan elektabilitas dari kisaran 2 hingga 4 persen. 

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini