Pak SBY, Jangan Bangunkan Macan Tidur!

Pak SBY, Jangan Bangunkan Macan Tidur! Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Sekjen Projo, Handoko menanggapi statemen Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait isu kudeta Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono yang menyeret nama Kepala Staf Kepresidenan RI dan juga Pembina Projo, Moeldoko. Handoko pun mengingatkan pada SBY agar tidak membangunkan macan tidur.

"Saya tegaskan, bahwa saya mengenal baik Bapak Moeldoko dan semakin dekat dengan beliau saat beliau mendapat tugas sebagai Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menjelang Pemilihan Presiden 2019 lalu. Saya membantu beliau dalam tugas beliau sebagai jembatan komunikasi berbagai kelompok relawan Jokowi dengan Presiden Jokowi," ujar Handoko dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (25/2/2021).

Kata Handoko, Moeldoko dikenal sebagai prajurit militer yang sangat konstitusional, taat pada asas dan aturan yang berlaku, sarat dengan prestasi. Selain menjadi lulusan terbaik dari Akademi Militer (Adhi Makayasa), sambungnya, Moeldoko selalu menjadi lulusan terbaik dalam setiap jenjang pendidikan yang dijalani.

Baca Juga: Tuan Cikeas Turun Gunung, Jelas-jelas SBY Meragukan Kemampuan AHY

Baca Juga: SBY Turun Gunung, Moeldoko Sewot Bukan Main: Saya Diam, Jangan Menekan-nekan Saya!

"Sehingga pengangkatan Bapak Moeldoko sebagai Panglima TNI, itu memang sudah menjadi kelayakan dan sesuai dengan profesionalitas beliau, bukan sekadar ‘hadiah’ atau ‘kemurahan hati’ dari Bapak SBY. Meskipun, Pak Moel berkali-kali menyampaikan bahwa beliau tetap respek pada Pak SBY," tuturnya.

Karena itu, dirinya mengaku kecewa dengan pernyataan SBY semalam. Beliau menuduh tanpa alasan bahwa Moeldoko ingin mencampuri urusan internal Partai Demokrat.

"Saya ingin tegaskan Pak Moeldoko adalah tokoh yang sangat konsisten pada konstitusi, aturan, dan asas. Terkait kalimat Pak SBY yang menyebut “Demokrat Not For Sale”, tuduhan tersebut sangat tidak relevan dengan Pak Moeldoko. Apa urusannya?" kata dia

Moeldoko disebut-sebut mengumpulkan tokoh-tokoh Partai Demokrat yang kecewa dengan situasi internal Demokrat. Soal itu Handoko kembali menegaskan bahwa Moeldoko adalah tokoh yang sangat terbuka. Terbuka menerima siapa saja yang ingin bertemu. Beliau juga terbuka memberi berbagai masukan yang diminta," ujar Handoko.

Karena itu Handoko tidak ingin Moeldoko disamakan dengan tokoh lain yang sangat formal, untuk bertemu saja harus melalui proses berbelit.

"Jadi tolong, jangan bangunkan macan tidur! Beliau sedang bekerja untuk membantu Presiden, bekerja sekuat tenaga mewujudkan visi Indonesia Maju. Kalau ada masalah internal, jangan mencari belas kasihan dengan cara memproduksi narasi dengan menempatkan Pak Moeldoko seolah musuh kader Demokrat," ujarnya.

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini