Vaksin Gotong Royong Gunakan Vaksin Berbeda, Jubir Bongkar Alasannya

Vaksin Gotong Royong Gunakan Vaksin Berbeda, Jubir Bongkar Alasannya Kredit Foto: Antara/REUTERS/Tatyana Makeyeva

Pemerintah berencana mempercepat proses vaksinasi dengan mengizinkan proses vaksinasi gotong royong. Namun, vaksinasi gotong royong akan menggunakan vaksin yang berbeda dengan yang digunakan pemerintah.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan alasannya.

Baca Juga: Jubir: Vaksinasi Gotong Royong Tak Akan Ganggu Vaksinasi Gratis

"Sehingga dengan ini kita bisa memastikan tidak akan ada kebocoran vaksin yang digunakan pada vaksinasi gotong royong," ujar Siti dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring, Jumat (26/2/2021).

Pemerintah sendiri menggunakan empat jenis vaksin, yakni Sinovac, Astra Zeneca, Novovac, dan Pfizer. Keempat vaksin ini tidak akan digunakan pada skema vaksinasi gotong royong.

Meski begitu, pemerintah mewajibkan perusahaan yang menjalankan vaksinasi gotong royong untuk menerapkan skema yang sama dengan pemerintah. Hal ini termasuk seperti harus adanya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization dari BPOM.

"Harus mendapatkan izin penggunaan di masa darurat ataupun melalui penerbitan nomor izin edar dari BPOM, dan ini harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," lanjut Siti.

Vaksinasi gotong royong akan berjalan ketika stok vaksin untuk mekanisme ini sudah ada. Pengadaan vaksin untuk mekanisme ini akan diserahkan kepada Kementerian BUMN dan BioFarma.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini