Cerita Pasek soal 'Hanyutnya' Orang-orang Anas di tangan SBY

Cerita Pasek soal 'Hanyutnya' Orang-orang Anas di tangan SBY Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Di tengah polemik itu, kata Pasek, dirinya ditelpon Istana dan diminta menghadap SBY. Pasek pun datang dan saat itu ada almarhumah Bu Ani Yudoyono dan Edhie Bhaskoro alias Ibas, dan setelah bersalaman, Pasek kemudian diskusi berdua dengan SBY.

"Beliau mempertanyakan ide saya, Saya pun jelaskan semuanya," kata Pasek melanjutkan.

Pasek mengaku masih ingat bahwa waktu pertemuan saat itu sekitar 3-4 hari sebelum pelaksanaan kongres. Singkat cerita SBY dengan bahasa meyakinkan menyatakan bersedia dan meminta bantuan Anas Urbaningrum untuk mengondisikan dan Anas berjanji untuk mengendalikan mantan Sekjen PD, Marzuki Alie agar tidak maju.

Malam itu, usai pertemuan, kata Pasek, dirinya langsung meluncur ke Duren Sawit menemui AU dan menyampaikan hasil pertemuan dengan SBY. Hasilnya, SBY bersedia jadi ketum dan ini langkah taktis selamatkan teman-teman untuk maju pileg tidak terganggu. "AU tersenyum penuh makna tapi langsung mulai menelpon daerah," kata Pasek kenang pertemuannya dengan Anas.

Dan saat itu, arahan Anas jelas, bahwa urusan Anas dengan KPK akan dihadapi sendiri, tapi yang terpenting selamatkan partai dengan dukung dan pilih SBY menjadi ketum kembali. Saat itu, banyak daerah yang awalnya menolak walau tahu saat itu SBY sedang powerfull di pemerintahan.

"Tapi tidak ikhlas AU diperlakukan sebaliknya. Di situ saya lihat kematangan AU," ujarnya.

Pasek juga mengatakan, saat pertemuan di Istana tersebut, SBY berjanji akan merangkul semua dan bangkit bersama. Bahkan juga mengajak dirinya bertemu di Bali untuk lebih lanjutnya. Tentu ini semangat bagus karena ada jiwa besar selamatkan lembaga di tengah adanya friksi internal.

"Pada saat KLB di Bali, Saya tdk ikut KLB dan meminta ijin langsung ke @SBYudhoyono via BBM agar KLB berjalan lancar. Sebab banyak DPD dan DPC mau ketemu AU di Bali. Beliau pun setuju dan saya ajak AU ke Pasar Seni Giwang Sukawati, Kintamani sampai makan malam di Jimbaran," ungkapnya.

Singkat cerita, ketika usai dipilih aklamasi, SBY kemudian kirim BBM yang isinya kurang lebih ucapan terima kasih dan titip sampaikan terima kasih ke AU dan juga SBY juga meminta nama-nama pengurus dari kubu AU. Pasek mengatakan, saat itu rombongan sedang istirahat di rumahnya. Lalu saat itu dirinya bacakan pesan BBM Anas.

"AU lalu titip pesan minta waktu besok untuk setor nama. Dan benar keesokan harinya nama disetor tapi semuanya hanyut terbawa banjir kesenangan Beliau (SBY) menjadi ketum. Hilang semua, hanya Saan (Saan mustofa sekarang politisi Nasdem) yg tetap jadi Wasekjen, itupun sebenarnya jabatan tetap bukan dimasukkan. Nama saya hanyut," pungkas Pasek.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini