Apa Itu Algoritma E-A-T?

Apa Itu Algoritma E-A-T? Kredit Foto: Unsplash/Nathana Rebouças

Berikut panduan singkat mengenai langkah-langkah dalam menerapkan strategi E-A-T bagi situs web Anda:

1. Evaluasi ulang situs Anda secara keseluruhan dan lihat apakah situs itu sudah berjalan optimal atau belum.

2. Optimalkan halaman “Tentang Anda” untuk menyertakan pembuat E-A-T.

3. Pastikan juga untuk menampilkan keahlian kontributor situs.

4. Ambil tindakan yang tepat untuk mengelola reputasi Anda.

5. Terus tingkatkan konten Anda, baik yang sudah ada maupun yang terbaru.

Dengan hal di atas, Anda seharusnya bisa mengikuti pedoman Google E-A-T dan meningkatkan kualitas situs Anda dalam prosesnya.

Apakah Algoritma E?A-T Berpengaruh Dalam Menentukan Peringkat Pencarian?

Jawabannya iya, setidaknya menurut petinggi Google, Danny Sullivan. Perlu dipahami, untuk sesuatu hal bisa menjadi "faktor penentu peringkat pencarian," maka itu harus menjadi sesuatu yang nyata yang dapat dipahami dan dievaluasi oleh komputer.

Mungkin contoh paling jelas dari penjelasan ini adalah jumlah backlink ke halaman situs.

Google telah meng-crawl situs web lebih jauh dan luas sehingga mereka tahu berapa banyak backlink yang mengarah ke sebagian besar halaman. Mereka dapat dengan mudah membuat program komputer yang memberi peringkat pencarian halaman dengan backlink berkualitas tinggi.

Jika terdapat masalah yang berhubungan dengan keahlian, otoritas, dan kepercayaan, pada dasarnya itu semua adalah konsep buatan manusia dan hanya dapat dimengerti oleh manusia. Anda tidak dapat memberi tahu komputer untuk memberi peringkat halaman dengan E-A-T yang lebih tinggi karena komputer hanya memahami bit dan byte.

Inilah solusi yang ditawarkan Google untuk menanggapi masalah tersebut:

Pertama, teknisi penelusuran mereka memikirkan penyesuaian algoritma yang dapat meningkatkan kualitas hasil penelusuran.

Kedua, mereka menampilkan hasil penelusuran ke Quality Raters dengan atau tanpa penerapan perubahan yang diusulkan. Tugas mereka adalah memberikan masukan kepada Google, dan mereka tidak diberi tahu rangkaian hasil yang mana.

Ketiga, Google menggunakan feedback untuk memutuskan apakah perubahan yang diusulkan dapat berdampak positif atau negatif pada hasil pencarian. Jika hasilnya positif, perubahan tersebut akan diterapkan.

Dengan menggunakan proses ini, teknisi Google dapat memahami sinyal nyata yang sejalan dengan algoritma E-A-T dan akan menyesuaikan dengan algoritma peringkat yang sesuai.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini