Lagi-lagi, AHY Dirongrong Mundur dari Takhta Ketum Demokrat: Gak Mampu Mimpin!

Lagi-lagi, AHY Dirongrong Mundur dari Takhta Ketum Demokrat: Gak Mampu Mimpin! Kredit Foto:

Barisan Massa Demokrat, meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mundur dari posisinya sebagai ketua umum (ketum) Partai Demokrat. Organisasi sayap Partai Demokratini menilai AHY tidak mampu memimpin partai bintang mercy itu.

"Dengan ini saya sebagai Ketua Umum, jajaran DPP dan kepengurusan Barisan Massa Demokrat di daerah seluruh Indonesia meminta dengan hormat supaya Ketua Umum Partai Demokrat AHY segera mundur dari jabatan Ketua Umum Partao Demokrat," kata Ketum BMD Supandi R Sugondo dalam konferensi pers yang digelar di Mall Bellagio, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021).

Supandi melanjutkan, BMD melihat bahwa Partai Demokrat akan hancur kalau masih dipimpin oleh AHY. Karena, telah terjadi krisis kepemimpinan dan krisis kepercayaan, serta ketidakmampuan AHY sebagai Ketum Partai Demokrat.

Baca Juga: Marzuki Alie Ngotot: Muka Saya Ini di Mana-mana Mereknya Demokrat

"Kami sebagai sayap Partai Demokrat tidak mau melihat Partai Demokrat hancur karena Partai Demokrat menjadi partai dinasti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan dikelola dengan salah serta tidak benar. Sudah cukup DPC-DPC dan DPD menderita karena diperas uang sama DPP," sambung Supandi.

Oleh karena itu, Supandi menegaskan, sebagai ketum BMD dia meminta kepada semua jajaran BMD untuk berkomunikasi kepada semua Ketua DPC dan DPD di seluruh Indonesia agar menghadiri KLB untuk memilih ketum Partai Demokrat yang baru.

"Di antaranya, Pak Moeldoko, kami BMD minta semua DPC dan DPD untuk hadir pada acara KLB untuk memilih ketua umum yang baru dengan niat baik untuk membesarkan Partai Demokrat," tandasnya.

Dalam konpers tersebut, Supandi didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) BMD Sahrial dan Bendahara Umum (Bendum) BMD Subdari, serta beberapa Wasekjen dan Ketua Bidang BMD.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini