Astaga! Nggak Ada Capeknya, Anak Buah AHY Masih Colek-Colek Presiden Jokowi, Padahal..

Astaga! Nggak Ada Capeknya, Anak Buah AHY Masih Colek-Colek Presiden Jokowi, Padahal.. Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Pengurus DPP Partai Demokrat, Andi Arief mengaku dirinya tidak percaya jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengetahui soal isu kudeta kepemimpinan Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sebab, menurut dia, isu tersebut sudaj bergulir satu bulan lamanya, hingga menyeret nama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Baca Juga: Halo Pak SBY, Mas AHY, Kader Senior Demokrat Kalimantan Timur Dukung KLB Nih..

"Terus terang kader Demokrat dan kami yakin sebagian rakyat masih tidak percaya Pak Jokowi tidak mengetahui atau terlibat pengambilalihan Pimpinan Partai Demokrat," katanya, kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Sebagaimana diketahui, anak buah AHY ini percaya Kepala Negara sudah menegur Moeldoko terkait gerakan pengambilalihan kekuasaan Partai Demokrat. Baca Juga: Demokrat Digoyang Kudeta, 34 Ketua DPD Ucapkan Ikrar Setia ke AHY

Namun, teguran tersebut bukan berarti sikap Moeldoko bertentangan dengan demokrasi.

"Soal pengambil paksa Demokrat kami percaya Pak Jokowi sudah menegur Pak Moeldoko. Cuma apakah tegurannya karena bertentangan dengan demokrasi atau karena gagal," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan bahwa gerakan untuk mengkudeta kursi kepemimpinan Partai Demokrat tidak terkait dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, perbuatan tersebut membawa-bawa nama Presiden Jokowi hanya akal-akalan untuk menakut-nakuti para kader agar mau bergabung dalam gerakan mereka.

"Terhadap hal itu, saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader," ujarnya, dalam siaran pers Partai Demokrat, Kamis (18/2/2021).

Lanjutnya, ia juga menduga perbuatan tersebut dilakukan untuk memecah hubungan Jokowi dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Tapi kelompok ini berusaha memecah-belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu," sambung AHY.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini