Forum CEO: Pengembangan Sawit Berkelanjutan

Forum CEO: Pengembangan Sawit Berkelanjutan Kredit Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas

Presiden Komisaris PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART), Franky Oesman Widjaja, memuji program B30 yang telah berperan penting dalam menciptakan permintaan baru, mendukung harga CPO, dan pendapatan petani sawit. Kebijakan pemerintah dan komitmen industri tersebut telah membuktikan bahwa Indonesia mampu menumbuhkembangkan kelapa sawit secara berkelanjutan.

Langkah ini bagian kontribusi positif minyak sawit yang harus menjadi narasi baru dalam rangka edukasi dunia baik di negara-negara konsumen maupun produsen. Dalam Forum Chief Executive Officer (CEO) CPOPC pada 26 Februari 2021, Franky menyebut jika keberlanjutan berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB juga harus dipromosikan. Selain itu juga, kontribusi nyata kelapa sawit dalam memenuhi SDGs 2030.

Baca Juga: Perdagangan Indonesia–Swiss, Sawit Jadi Fokus Pemungutan Suara

"Kedua negara untuk bersatu, berkolaborasi, dan bertindak bersama secara konsisten dan gigih. Selain mendukung upaya diplomatik seperti Kelompok Kerja Sama ASEAN–UE. Sebaiknya, ditampilkan minyak sawit terbaik di World Economic Forum 2021 di Singapura," ujar Franky.

Forum CEO CPOPC pada 26 Februari 2021 itu diadakan setelah Pertemuan Tingkat Menteri ke-8 CPOPC dan dihadiri oleh CEO terkemuka dari Indonesia dan Malaysia, dan pejabat senior negara anggota.

Forum ini dihadiri oleh enam CEO dari Indonesia: Franky Oesman Widjaja (Presiden Komisaris PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk); Bachtiar Karim (Ketua Grup Musim Mas); Martias Fangiono (CEO First Resources Limited); Arif Patrick Rachmat (CEO PT Triputra Agro Persada); Joko Supriyono (Wakil Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari merangkap Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia); dan Sahat Sinaga (Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia).

Dari Malaysia, lima CEO papan atas yang berpartisipasi dalam forum tersebut adalah YBhg. Seri Lee Oi Hian Tan Sri Dato (CEO Kuala Lumpur Kepong Berhad); YBhg. Dato ‘Lee Yeow Chor (Direktur Pelaksana Grup dan Kepala Eksekutif IOI Corporation Berhad); Mohamad Helmy Othman Basha (Direktur Pelaksana Grup Sime Darby Plantation Berhad); Joseph Tek Choon Yee (CEO dan Direktur Pelaksana IJM Plantations Berhad); dan Paul Wong Hee Kwong (CEO Grup Sarawak Oil Palms Berhad).

Sementara itu, Direktur Pelaksana Grup dan Kepala Eksekutif IOI Corporation Berhad, YBhg. Dato ‘Lee Yeow Chor, menyarankan dua strategi menyeluruh yang dapat diambil industri di masa depan. Pertama, Dato ‘Lee Yeow Chor menekankan perlunya fokus pada pasar regional tetangga dalam perdagangan minyak sawit termasuk penguatan pangsa pasar di negara berkembang seperti kawasan Afrika. Hal ini dapat mengurangi risiko ketahanan pangan dari rantai pasokan yang panjang, serta logistik yang substansial biaya dan biaya untuk menjaga kualitas karena jarak dan waktu perjalanan yang jauh.

Kedua, ia juga menyarankan kerja sama dengan produsen minyak nabati lainnya di dunia barat untuk menawarkan solusi multi-minyak sesuai dengan kegunaan atau tujuan daripada menekankan pada jenis dan asal minyak. Selain itu, ia menambahkan perlunya menghilangkan titik asal kelapa sawit dan fokus dilakukan generalisasi minyak sawit tanpa menekankan pada asalnya sebagai satu bentuk praktik dalam perdagangan hidrokarbon.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini