Siap Pimpin Demokrat Kalau Ada KLB, Marzuki Ali Ketahuan Nafsunya

Siap Pimpin Demokrat Kalau Ada KLB, Marzuki Ali Ketahuan Nafsunya Kredit Foto: Tempo.co

Marzuki Alie berkali-kali tak mengaku akan mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat. Tapi, begitu ditanya apakah mau jadi ketum jika Kongres Luar Biasa (KLB) yang diimpikan oleh kader-kader mbalelo itu terwujud, dengan lantang, Marzuki bilang mau. Ketahuan nih nafsunya. Hehehe...

Marzuki Alie menjadi satu dari tujuh kader Demokrat yang dipecat DPP Partai Demokrat. Enam lainnya adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya. 

DPP Partai Demokrat menilai Marzuki bersalah dengan melakukan tindakan buruk usai membuka luka lama antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya, DPP Demokrat juga curiga Marzuki menjadi salah satu kader yang ingin menggoyang AHY dalam gerakan pengambilalihan kepengurusan Partai Demokrat (GPK PD).

Baca Juga: Anaknya SBY Makin Terpojok, Sayap Demokrat Nyatakan Perlawanan: Kami Dukung Pak Moeldoko!

Usai dipecat, Marzuli jadi tambah berani. Dia setuju dengan langkah beberapa pendiri Partai Demokrat yang mau menggelar KLB di Bali, akhir Maret nanti. Jika KLB itu jadi, Marzuki pun siap menjadi ketua umum. "Sepanjang KLB kuorum, memenuhi aturan, tentu saya siap," kata Marzuki, saat dihubungi wartawan, kemarin. 

Mantan Sekjen Partai Demokrat ini mengatakan, bersedia menjadi caketum dalam KLB nanti. Syaratnya, tentu kalau ada yang mendorongnya. "Kalau saya tidak diminta, saya tidak akan maju. Kalau diminta, itu kan berarti panggilan tugas," ungkapnya. 

Marzuki kemudian bicara soal pemecatan dirinya dan enam kader Demokrat lain. Dia menganggap, pemecatan tersebut sebagai tindakan zalim. 

Marzuki pun bermaksud melawan pemecatan dirinya. Dia akan melayangkan gugatan ke pengadilan. Rencananya, berkas gugatan akan dikirim hari ini. 

Terkait isu KLB, Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan Partai Demokrat, Herman Khaeron mengatakan, partainya punya aturan alias konstitusi dalam menjalankan organisasi. Konstitusi partai itu ada di AD/ART, peraturan organisasi, dan tata tertib. Di dalam konstitusi ini juga diatur mengenai KLB.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini