Keuntungan Perusahaan Milik Prajogo Pangestu Melonjak Drastis, Capai 100% Lebih!

Keuntungan Perusahaan Milik Prajogo Pangestu Melonjak Drastis, Capai 100% Lebih! Kredit Foto: Istimewa

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) membukukan laba bersih sebesar US$51,5 juta sepanjang tahun 2020. Capaian tersebut meroket 118% dari laba bersih tahun 2019 lalu yang hanya US$23,6 juta. Padahal, pendapatan bersih perusahaan petrokimia milik Prajogo Pangestu ini secara tahunan mengalami koreksi 4% dari US$1.881 juta pada 2019 menjadi US$1.806,4 juta pada 2020.

Direktur TPIA, Suryandi, mengungkapkan bahwa perusahaan mencetak perbaikan kinerja utamanya pada paruh kedua tahun 2020. Pada periode tersebut, permintaan atas bahan kimia berangsur pulih, khususnya dari pangsa pasar China dan Asia Timur Laut. Ia pun optimis, tren tersebut masih akan berlanjut hingga tahun 2021 ini. Baca Juga: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Selain Rugi, Exxon Mobil Kini PHK Karyawan Besar-Besaran!

"Dalam 3 bulan pada Q4 2020, Chandra Asri membukukan EBITDA sebesar US$121 juta. Hasilnya, kami membukukan EBITDA FY 2020 sebesar US$187 juta dan laba bersih setelah pajak sebesar US$52 juta, lebih dari dua kali lipat angka FY 2019," pungkasnya pada Rabu, 8 Maret 2021.  Baca Juga: Gembar-Gembor Kaesang Caplok Klub Sepak Bola Milik Pieter Tanuri, Faktanya Mengejutkan!

Suryandi memaparkan, sepanjang tahun 2020 pabrik TPIA tetap beroperasi dan ditambah dengan adanya pengoperasian pabrik B1-MTBE TPIA yang turut menjadi realisasi dari rencana terintegrasi perusahaan pada tahun tersebut.

"Kami berhasil melaksanakan rencana untuk mengurangi biaya struktural dan meningkatkan daya saing. Melalui langkah-langkah proaktif yang diambil untuk mengoptimalkan struktur permodalan dan memaksimalkan arus kas, kami menurunkan biaya bunga rata-rata dan mengakhiri 2020 dengan kas bersih positif setelah utang," sambungnya.

Selain itu, TPIA juga telah memulai investasi Enclosed Ground Flare sebesar US$14 juta, dan melaksanakan fokus ESG TPIA dengan mitra kelas dunia seperti Ecolab, BYD dan Total Solar untuk mengurangi 3,190 ton CO2 per tahun melalui Green Chemistry dan forklift listrik, yang digerakkan oleh panel surya.

Perbaikan kinerja ditutup dengan neraca yang kuat, yang terdiri dari total kumpulan likuiditas sebesar US$1,2 miliar termasuk kas dan setara kas sebesar US$919 juta pada akhir 2020. Hal ini memosisikan TPIA dengan kuat memasuki 2021 untuk menangkap peluang pertumbuhan yang muncul seiring dengan kembalinya pertumbuhan PDB dan rebound perekonomian dengan optimisme yang didukung oleh adanya vaksin.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini