Serangan ke AHY, Pengamat: Dari Awal, Demokrat Identik dengan Kudeta

Serangan ke AHY, Pengamat: Dari Awal, Demokrat Identik dengan Kudeta Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, mengingatkan pengurus Partai Demokrat (PD) untuk tak menganggap remeh munculnya isu Kongres Luar Biasa (KLB) yang disuarakan sejumlah mantan kader dan elite partai.

Menurut Jerry, isu KLB ini bisa membuat persiapan Demokrat untuk Pemilu 2024 terganjal. Pasalnya, sejumlah kader yang mendeklarasikan KLB ini merasa memiliki partai dan mengeklaim telah berkeringat mendirikan partai.

Baca Juga: Polemik Demokrat: Pertarungan Singa Jantan dan Harimau Lapar

"Saya lihat sebuah kesalahan fatal Partai Demokrat memecat Damrizal, Jhoni Marbun, dan sejumlah kolega mereka lainnya. Ini barangkali agak blunder bagi Demokrat. Memang ada 99 pendiri Demokrat, tapi sejumlah pendiri tak bersama Partai Mercy Biru," katanya saat dihubungi, Kamis (4/3/2021).

Jerry melihat, gelombang arus penolakan terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan desakan take over partai ini mulai mencuat dan tak bisa dianggap enteng. Karena belakangan, isu ini membawa sentimen kubu mantan Sekjen Partai Marzuki Alie serta petinggi PD Hencky Luntungan sebagai salah satu inisiator KLB.

"Memang saya nilai dengan keluarnya sejumlah nama seperti Max Sopacua, Roy Suryo, sampai Marzuki Alie partai ini mulai pincang. Belum lagi SBY tak 100% membesarkan Demokrat usai istri tercinta Ani Yudhoyono wafat," ujarnya.

Di sisi lain, Jerry melihat, muncul pernyataan dinasti politik di Partai Demokrat juga ikut memperkeruh persoalan di tubuh partai ini. "Kudeta pun menyeruak di tengah publik. Ini bisa terjadi. Pasalnya, dari awal Partai Demokrat identik, atau sarat dengan kudeta."

Jerry mengatakan, PD yang disebutnya identik dengan kudeta setidaknya tampak dari dugaan pengambilalihan paksa kepemimpinan Anas Urbaningrum pada saat KLB 2013 di Bali. Tentang hal ini, Jerry mengatakan sudah diungkapkan oleh para mantan petinggi partai seperti Jhoni Allen Marbun dan Gede Pasek Suardika.

"Mulai dari Ketum Pertama Prof Budi, Ketum Budi Utomo sampai Anas Urbaningrum, dan terakhir AHY. Memang dari pendiri menyebut SBY bukan pendiri dan tidak berkeringat jadi ini modal kuat untuk menggoyang kepemimpinan AHY," pungkas dia.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini