Defensif, Begini Respons Netanyahu Saat Tahu ICC Selidiki Kejahatan Perang Israel

Defensif, Begini Respons Netanyahu Saat Tahu ICC Selidiki Kejahatan Perang Israel Kredit Foto: Antara/Alex Kolomoisky/Yedioth Ahronoth/POOL via REUTERS

Otoritas Israel mengecam keputusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang secara resmi akan menyelidiki dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina. Tel Aviv menilai langkah itu merupakan anti-Semitisme murni dan puncak kemunafikan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ICC telah menutup mata terhadap Iran, Suriah, dan beberapa negara lain yang secara nyata melakukan kejahatan perang.

Baca Juga: ICC Selidiki Kejahatan Perang, Alhamdulillah Bikin Rakyat Palestina Girang

"Tanpa yurisdiksi, diputuskan bahwa tentara pemberani kami, yang mengambil setiap tindakan pencegahan untuk menghindari korban sipil terhadap teroris terburuk di dunia yang dengan sengaja menargetkan warga sipil, tentara kami yang menjadi penjahat perang," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, Rabu (3/3/2021).

Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengungkapkan keputusan ICC untuk menyelidiki kejahatan perang di wilayah Palestina bangkrut secara moral dan cacat hukum.

Pada Rabu, Jaksa ICC Fatou Bensouda mengungkapkan pihaknya akan membuka penyelidikan resmi atas dugaan kejahatan perang yang terjadi di wilayah Palestina. Selain Israel, kelompok perjuangan Palestina bakal turut diinvestigasi.

Bensouda mengatakan, keputusan membuka penyelidikan diambil setelah adanya pemeriksaan pendahuluan oleh kantornya selama hampir lima tahun.

“Selama periode itu, dan sesuai dengan praktik normal kami, Kantor (Jaksa Penuntut ICC) terlibat dengan beragam pemangku kepentingan, termasuk dalam pertemuan rutin serta produktif dengan masing-masing perwakilan dari Pemerintah Palestina dan Israel," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini