Menteri Ini Sebut Indonesia Tahan Banting Hadapi Virus Corona

Menteri Ini Sebut Indonesia Tahan Banting Hadapi Virus Corona Kredit Foto: Antara/Maulana Surya

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT ) Abdul Halim Iskandar menyebut, Indonesia harus bersyukur. Sebab, basis desa membantu negara ini bertahan dari berbagai resesi. Termasuk, dalam kondisi pandemi Covid-19.

Halim bilang, dibandingkan negara-negara ASEA N lain, Indonesia memiliki ketahanan yang cukup tinggi dalam menghadapi pandemi virus Corona.

Baca Juga: Mutasi Virus Biasa Saja, Varian Covid-19 Inggris Tak Mudah Jebol Pertahanan Vaksin

“Hampir setiap resesi dunia Indonesia memiliki ketahanan yang cukup tinggi dalam berbagai resesi yang pernah terjadi, termasuk hari ini,” ujar Halim, dalam acara Meet and Greet Pemulihan Ekonomi Desa Wisata dan Strategi Keberlanjutan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kemarin.

Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Bupati Pasuruan A Mujib Imron, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur, perwakilan Sampoerna, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala desa serta pegiat Desa Wisata.

Indonesia bisa lebih kuat, jelas Halim, salah satunya karena Indonesia memiliki basis desa. Meski begitu, hanya sektor pertanian saja yang tidak mengalami minus. Semua sektor, terhantam pandemi. Termasuk, pariwisata. Halim pun mendorong Desa Wisata untuk berpromosi lewat media sosial (medsos) agar mendongkrak kembali sektor tersebut.

Menteri asal PKB itu menyebut, pemasaran wisata dengan online dan teknologi digital itu penting. Banyak sekali daerah-daerah wisata yang menjadi perhatian mampu mengekspos sesuatu yang aneh di media sosial dan akhirnya jadi viral. “Makanya mengelola desa wisata itu yang kreatif, bikin yang aneh-aneh,” imbau Halim yang akrab disapa Gus Menteri itu.

Meski begitu, dia juga tetap meminta pengelola Desa Wisata menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat agar tidak menimbulkan kluster Corona baru.

Halim menambahkan, model pentahelix sangat penting dilakukan sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi di desa.

Menurut peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta ini, melalui pendampingan, baik pendampingan di desa wisata maupun berbagai unit usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari pihak-pihak lain sangat efektif untuk pemerataan ekonomi di desa.

“Ini sangat penting, karena memang kondisi seperti ini hanya satu hal yang bisa kita lakukan dengan model pentahelix. Semua harus kerja bareng, satu visi dan satu misi untuk memulihkan ekonomi nasional,” terangnya.

Di samping terus melakukan upaya untuk menahan penyebaran Covid-19, upaya-upaya pemulihan ekonomi juga harus dilakukan. “Jangan sampai penyebaran Covid-19 naik. Di sisi lain ekonomi harus digenjot,” tegasnya.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini