MBS Terima Kedatangan Pemimpin-pemimpin Negara Islam, Apa Agendanya?

MBS Terima Kedatangan Pemimpin-pemimpin Negara Islam, Apa Agendanya? Kredit Foto: Reuters/Saudi Royal Court/Bandar Algaloud

Putra Mahkota Arab Saudi menyambut Raja Yordania Abdullah, Putra Mahkota Bahrain Salman bin Hamad Al Khalifa dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin di Riyadh.

Raja Yordania Abdullah, yang juga disambut di Riyadh oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Menteri Negara dan Anggota Dewan Menteri Khaled Al-Issa, bertemu Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Mereka membahas kerja sama bilateral di berbagai bidang.

Baca Juga: Bareng 4 Putra Mahkota Saudi, Reporters without Borders Segera Gugat MBS

“Yang Mulia Putra Mahkota dan Yang Mulia Raja Yordania mengadakan pertemuan di Riyadh, di mana keduanya meninjau hubungan persaudaraan dan aspek kerja sama di berbagai bidang, dan menjanjikan peluang untuk mengembangkannya lebih lanjut dengan cara melayani kepentingan bersama dua negara dan persaudaraan bangsa,” papar laporan Saudi Press Agency (SPA) disertai gambar keduanya.

Setelah itu, Putra Mahkota Saudi bertemu Putra Mahkota Bahrain Pangeran Salman bin Hamad Al Khalifa di mana mereka meninjau hubungan bilateral yang kuat dan berusaha memperkuatnya.

"Senang sekali kami berada di sini di Arab Saudi, dalam kunjungan yang sekali lagi mencerminkan kekuatan dan kedalaman hubungan bersejarah dan kerja sama penting yang sedang berlangsung di berbagai kepentingan bersama, yang menguntungkan kedua negara kami," papar Putra Mahkota Bahrain tentang kunjungannya dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Bahrain.

“Kunjungan saya memberikan kesempatan lain untuk menegaskan kembali dukungan penuh Kerajaan Bahrain untuk Arab, dan untuk dengan hangat memuji peran dan komitmen Kerajaan untuk melayani tujuan negara-negara Arab dan Islam. Arab Saudi adalah landasan keamanan Arab dan regional, dan jantung stabilitas ekonomi regional dan global,” ujar dia.

Kemudian, Putra Mahkota Saudi bertemu PM Malaysia Yassin menjelang pembicaraan pada Selasa (9/3) di Riyadh untuk menandatangani Memorandum of Understanding.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini