Maknyus, Emiten Bang Sandi Cuan sampai Rp8,8 Triliun

Maknyus, Emiten Bang Sandi Cuan sampai Rp8,8 Triliun Kredit Foto: Antara/Reno Esnir

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang 2020. Pada laporan keuangan 2020, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp8,82 triliun atau lebih tinggi 19,73% dibanding 2019 sebesar Rp7,37 triliun.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten investasi yang sebagian sahamnya dimiliki Sandiaga Uno ini mencatatkan keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya sebesar Rp8,41 triliun atau naik 35,21 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp6,22 triliun, dengan laba per saham dasar Rp3.264.

Selain itu, laba Perseroan juga didukung oleh peningkatan nilai portofolio investasi yang juga terlihat dari nilai aset bersih (net asset value) Saratoga di akhir tahun 2020 yang melesat 39 persen hingga senilai Rp31,70 triliun.

Baca Juga: Yeay, Siap-siap! Atas Ide Sandiaga, Pekerja Wisata Bakal Disuntik Vaksin Mulai Maret

Presiden Direktur Saratoga, Michael Soeryadjaya menyatakan bahwa kinerja perusahaan-perusahaan portofolio investasi Saratoga yang solid pada saat pandemi 2020 menjadi kunci pencapaian perseroan. Hal itu tercermin dari kenaikan nilai investasi Saratoga di sejumlah perusahaan portofolio dan pembayaran dividen yang konsisten.

“Kami bersyukur di tengah situasi sulit akibat pandemi Covid-19 Saratoga berhasil menjaga momentum pertumbuhannya dan meraih kinerja yang baik. Sebagai perusahaan investasi yang memiliki pengalaman panjang di Indonesia, Saratoga mengutamakan prinsip kehati-hatian dengan mengelola semua risiko dan secara konsisten menerapkan strategi diversifikasi. Pendekatan ini yang terbukti menjaga kami tetap kokoh di tengah ketidakpastian dan membuat kami cepat tanggap dalam merespon segala perubahan yang dinamis,” ujar Michael dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021).

Sepanjang 2020, Saratoga berfokus pada pengembangan strategi perusahaan untuk mempertahankan ketahanan operasional selama pandemi, baik pada perusahaan induk maupun seluruh perusahaan investasi. Target ketahanan operasional ini terbukti dapat dicapai dengan baik.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini