Keren! Dana Kelolaan Allianz Life Naik 6,27% di Tahun Pandemi

Keren! Dana Kelolaan Allianz Life Naik 6,27% di Tahun Pandemi Kredit Foto: Fajar Sulaiman

Pandemi Covid-19 menjadi sentimen utama dalam pergerakan pasar modal sepanjang tahun 2020. Pembatasan gerak akibat lockdown menyebabkan ekonomi melambat, setelah masyarakat diharuskan untuk melakukan segala aktivitas dari rumah saja demi menekan angka penyebaran virus. Hal ini terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia, sehingga ketidakpastian ekonomi yang begitu tinggi membuat pasar modal terkoreksi dalam. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh titik terendah pada tanggal 24 Maret 2020, terkoreksi hingga minus 37,49%. Begitu juga dengan obligasi yang terkoreksi dalam di -3.65% karena adanya arus modal keluar (capital outflows) yang cukup deras, baik di pasar saham maupun obligasi.

Pada penutupan tahun 2020 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tercatat terkoreksi -5,09% secara year-to-date (ytd) di level 5.979. Kemudian indeks obligasi/IBPA naik 14,38% secara year-to-date (ytd), sedangkan Rupiah sejak awal tahun melemah 1.33% ke level Rp14.050/US$. 

Namun demikian, strategi yang tepat mampu memaksimalkan kinerja fund dan memberikan imbal hasil yang baik. Selama 2020 fund - fund unit link Allianz lebih unggul dibandingkan tolok ukurnya.

Sebut saja Smartlink Rupiah Equity Fund yang mampu memberikan imbal hasil -2,51%, lebih baik dibandingkan tolok ukur IHSG yang -5,09%, Smartlink Rupiah Fixed Income Fund +12,15%, lebih baik dari tolok ukur +9,95%, begitu juga dengan Allisya Rupiah Equity Fund -3.83% lebih baik dari tolok ukur Jakarta Islamic Index di – 9,69%.

“Meskipun kondisi pasar volatil di tengah masa pandemi yang menantang, Allianz Indonesia mencatatkan perkembangan imbal balik investasi yang positif di tahun 2020 dengan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) sebesar Rp 42,70 triliun atau naik sebesar 6,27% dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujar Ni Made Daryanti, Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia di Jakarta, yang dikutip Rabu (10/3/2021).

AUM ini, lanjut dia, termasuk juga dana kelolaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Allianz. Dana yang dikelola terdiri dari investasi produk unit link sebesar 55%, asuransi jiwa dan kesehatan sebesar 26% dan DPLK sebesar 19%.

“Allianz juga secara aktif memilih instrumen investasi yang berkelanjutan baik dari sisi lingkungan, dampak sosial, dan pengelolaan yang baik (Environment, Social & Governance/ESG) sesuai dengan investment guideline yang diterapkan oleh Allianz Group.  Tujuan kami dalam mengelola asset bukan hanya memberikan imbal hasil yang baik, tetapi juga melakukan investasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan faktor ESG,” Ni Made menambahkan.

Allianz Indonesia senantiasa menjaga kepercayaan nasabah untuk mengelola asset di 62 jenis fund dengan strategi yang tepat sepanjang tahun 2020.

Tiga fund yang paling banyak dipilih oleh nasabah sepanjang 2020, adalah SmartLink Equity Fund dengan dana kelolaan Rp 10,26 triliun, SmartLink Balanced Fund dengan dana kelolaan Rp 2,08 triliun dan SmartLink Fixed Income Fund dengan dana kelolaan sebesar Rp 1,82 triliun.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini