Badan Pemerintah Norwegia Sampai Turun Tangan Investigasi Kerja Paksa Muslim Uighur

Badan Pemerintah Norwegia Sampai Turun Tangan Investigasi Kerja Paksa Muslim Uighur Kredit Foto: Flickr/TravelingMipo

Badan pengelola dana investasi milik pemerintah Norwegia akan menyelidiki dugaan penggunaan tenaga kerja Muslim Uighur di perusahaan tempat badan tersebut menginvestasikan dana senilai 1,3 triliun dolar AS. Penyelidikan itu terkait dengan kerja paksa yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap Muslim Uighur. 

Badan pengelola dana investasi Norwegia punya pengaruh pasar yang sangat besar karena memiliki 1,5 persen saham yang terdaftar di seluruh 9.100 perusahaan di dunia, dan beroperasi di bawah pedoman etika yang ditetapkan oleh parlemen.

Baca Juga: Buka Kupingnya Lebar-lebar, Inggris Terang-terangan Tantang China di PBB Soal Uighur

Ketua Dewan Etik badan pengelola dana tersebut, Johan H Andresen mengatakan, pihaknya mulai mengidentifikasi perusahaan yang telah mempekerjakan orang-orang etnis Uighur yang telah ditahan di kamp-kamp interniran di Xinjiang.

“Kami prihatin bahwa beberapa perusahaan kami yang berada di reksa dana mungkin menggunakan tenaga kerja ini. Ini mungkin praktik yang tersebar luas," ujar Andresen, dilansir Al Jazeera, Jumat (12/3/2021). 

Andresen mengatakan, pihaknya akan membuat rekomendasi yang dikirim ke dewan bank sentral. Nantinya, bank sentral yang akan mengambil keputusan.

Bank sentral biasanya mengikuti rekomendasi dari Dewan Etika badan pengelola dana investasi negara, untuk mengecam perusahaan. Bank sentral menempatkan perusahaan terkait dalam daftar pantauan selama jangka waktu tertentu. 

Bank sentral juga dapat meminta manajemen badan pengelola dana investasi untuk terlibat langsung dengan perusahaan, untuk menyelesaikan masalah yang menjadi sorotan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini