Bantu Para Istri Pemulung dan Warga Telantar, Risma Lakukan Ini

Bantu Para Istri Pemulung dan Warga Telantar, Risma Lakukan Ini Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Guna membantu masyarakat marginal, Menteri Sosial Tri Rismaharini memfasilitasi hunian sampai peluang usaha melalui program Sentra Kreasi Atensi. Secara khusus, program itu bertujuan menggerakkan para istri pemulung dan perempuan pemulung, agar berdaya secara ekonomi.

Saat meninjau sentra kreasi tersebut di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi Jawa Barat, Risma menyebut dampak pandemi COVID-19 benar-benar tidak hanya soal krisis kesehatan semata, tapi telah berdampak pada mata pencaharian masyarakat.

"Masalah ini kami berikan solusinya dengan membuat Rusunawa untuk tempat tinggal para eks pemulung dan tunawisma, serta membuka lapangan kerja melalui Sentra Kreasi Atensi," kata Risma dalam keterangannya, Minggu (14/3/2021).

Baca Juga: Bertemu Menteri Trenggono, Nelayan Sampaikan Keresahan Ini

Saat kunjungan, Risma juga mengikut sertakan Komisi VIII DPR RI yang hampir mewakili seluruh fraksi di parlemen. Mereka diajak melihat langsung beberapa sentra kreasi dari dengan beragam jenis usaha. Seperti kuliner, lapak produk kompos, pupuk cair, sayuran hidroponik, telur ayam, magot (pakan ikan lele) serta agrowisata tanaman porang dan anggur.

Sentra Kreasi Atensi ini juga, melibatkan Balai Besar Disabilitas yang berada di sejumlah lokasi. Pada kesempatan itu, Risma menceritakan kisah satu keluarga yang menjadi contoh. 

Belum lama ini, seorang tunawisma disalurkan menjadi pekerja di salah satu perusahaan konstruksi milik BUMN. Kini sudah berpenghasilan, dan istrinya juga memiliki ketrampilan berusaha.

"Pak Riyadi ini telah bekerja di PT Waskita Karya dan (bahkan) istrinya Ibu Heni telah memiliki usaha Pecel Lele dan Pecel Ayam. Pak Riyadi telah kami upayakan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) hasil kerja sama dengan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Setelah memiliki KTP, ia kami bukakan rekening tabungan Atensi. Gaji pertamanya telah masuk ke dalam tabungan tersebut sebesar Rp4,8 juta, sedangkan istrinya memiliki penghasilan rata-rata Rp3 juta/bulan," jelas Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu berharap, ke depan Balai rehabilitasi sosial milik kementerian, punya fungsi yang lengkap. 

Tidak hanya tempat rehabilitasi, tapi bisa menjadi tempat untuk stok bahan bantuan bencana seperti tenda, makanan anak hingga makanan siap saji. 

Selain itu, Kemensos juga akan menyediakan mobil jenazah hingga peningkatan kemampuan penerima manfaat di Poliklinik di balai. Risma menerangkan, dirinya kerap menekankan bahwa program rehabilitasi sosial di dalam termasuk pemberdayaan, perlindungan dan jaminan sosial serta penanganan fakir miskin.

"Selanjutnya, rencana kita akan membuka usaha laundry hingga bengkel mobil," kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, mengapresiasi langkah Kementerian Sosial yang dinilainya berhasil mewujudkan pusat sosial ekonomi di tengah pandemi COVID-19 bagi para penerima manfaat di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi. 

Pihaknya juga mendukung program Sentra Kreasi Atensi, agar mendapat perhatian lebih melalui refocussing anggaran. Setelah melihat langsung, rencananya hal-hal mengenai penanganan warga telantar dan kelompok marjinal supaya lebih produktif akan dibahas pada rapat kerja dalam waktu dekat.

"Ini merupakan wujud dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Programnya luar biasa, dari pertanian, perikanan dan perdagangan ada di sini. DPR tidak ada alasan untuk tidak mendukung langkah Kemensos ini," kata politisi PAN tersebut.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini