Menolak Sekarat, AHY Kunjungi Sejumlah Tokoh Nasional demi Selamatkan Demokrat

Menolak Sekarat, AHY Kunjungi Sejumlah Tokoh Nasional demi Selamatkan Demokrat Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kian gencar sowan ke berbagai tokoh nasional sejak Demokrat dilanda kemelut akhir-akhir ini. Terakhir, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu melakukan kunjungan kepada mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK).

JK diketahui merupakan pendamping SBY saat periode kepemimpinan 2004-2009. JK juga mendampingi Presiden Jokowi pada periode 2014-2019. Pengusaha asal Makassar ini juga diketahui pernah memimpin Partai Golkar dan seorang senior yang dihormati di partai tersebut.

Baca Juga: Sowan ke JK, AHY Bahas Moeldoko Nggak Ya?

Bukan kali ini saja, sebelumnya AHY juga mengunjungi sejumlah pihak, seperti Menkopolhukam Mahfud MD dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidiqie yang juga sebagai Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, langkah AHY sowan ke kediaman JK merupakan langkah yang tepat dan positif. AHY dinilai perlu mengunjungi banyak tokoh bangsa di tengah kisruh yang dihadapi Partai Demokrat.

"Saat AHY digoyang, yang harus dilakukannya memang harus sowan ke banyak tokoh-tokoh bangsa. JK menjadi salah satunya," kata Ujang, Senin (15/3/2021).

Dosen politik Universitas Al-Azhar Indonesia itu mengatakan, selain mencari dukungan, kedatangan AHY ke JK juga untuk meminta nasihat JK. Bagaimanapun, kata Ujang, AHY bukan hanya butuh dukungan dari kader-kader internal Partai Demokrat, melainkan juga butuh dukungan dari banyak tokoh-tokoh bangsa seperti JK hingga Jimly.

"Meminta dukungan semua kolompok dan kalangan sebanyak-banyaknya untuk memastikan bahwa Partai Demokrat yang sah itu Partai Demokrat AHY. Bukan Partai Demokrat abal-abal versi Moeldoko," ujar dia.

AHY diketahui berkunjung silaturahmi ke kediaman JK pada Minggu (14/3) siang. Dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu, AHY memohon saran dan juga mengutarakan perjalanan hubungan Demokrat-JK.

AHY mengucapkan terima kasih atas kesediaan mantan wakil presiden RI Jusuf Kalla untuk menerima pimpinan Partai Demokrat tersebut. Meski agenda utama kunjungan itu adalah untuk bersilaturahmi, AHY juga menjabarkan sejumlah sejarah yang pernah dibina antara Demokrat dengan JK.

"Kedatangan kami pagi ini utamanya adalah untuk bersilaturahmi. Bagaimana pun Partai Demokrat memiliki hubungan sejarah politik yang sangat baik dengan Pak JK. Pak JK pernah menjadi Wakil Presiden mendampingi Bapak SBY. Partai Demokrat juga menjadi mitra strategis bagi Partai Golkar saat dipimpin oleh Pak JK sebagai Ketua Umum. Meskipun mengalami pasang surut, kebersamaan kita dicatat sejarah demokrasi modern di Indonesia," kata AHY, Minggu (14/3).

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini