Pemerintah Klaim Tingkat Kerusakan Hutan Turun 75%

Pemerintah Klaim Tingkat Kerusakan Hutan Turun 75% Kredit Foto: Antara/Teguh Prihatna

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengapresiasi kinerja rimbawan/ahli kehutanan yang sukses mendorong penurunan deforestasi atau kerusakan hutan hingga 75,03% di lahan seluas 115,46 ribu hektar (ha) pada periode 2019-2020.

Siti menilai pencapaian itu merupakan prestasi. Bahkan penurunan itu terbesar sepanjang sejarah. Siti juga mengapresiasi kerja keras rimbawan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hutan sosial, pekerjaan pemulihan lingkungan dengan penanaman pohon dan mangrove secara luas, dan rehabilitasi gambut.

Baca Juga: Kemen-LHK: Lewat PP Ini, Masalah Kebun Sawit dalam Kawasan Hutan Bisa Diselesaikan

“Upaya-upaya lain yang patut diapresiasi diantaranya perlindungan dan patroli hutan kawasan konservasi, penyelamatan satwa liar dan keanekaragaman hayati, usaha hutan lestari, dan penegakan hukum,” kata Siti pada beberapa waktu lalu.

Begitu pula kerja-kerja preparasi kebijakan, peningkatan SDM, pengawasan dan inovasi serta penelitian murni dan kerja laboratorium. Yang tidak kalah penting, peran policy advice untuk menjawab berbagai persoalan yang ada di lapangan. Demikian pula dalam diplomasi internasional, menyangkut upaya-upaya sektor kehutanan dalam pengendalian perubahan iklim.

"Saya tahu persis, bukan pekerjaan yang mudah, dengan tantangan yang sangat berat, pada semua bidang-bidang tugas tersebut," ungkapnya.

Ke depan, Siti melihat tugas yang dihadapi para rimbawan tidak akan berkurang dan akan juga lebih besar tantangannya. Untuk itu ia menekankan seluruh jajaran di KLHK harus siap menghadapi setiap perubahan yang terjadi.

"Saya mengajak kita semua mencermati dengan sebaik-baiknya, melakukan internalisasi, dan terus mempersiapkan berbagai instrumen kebijakan, dan instrumen kerja, termasuk membuat personil KLHK lebih well-equiped, lebih melengkapi diri dengan segala pengetahuan, dan pemahaman kerja, serta skill lapangan yang memenuhi standar, untuk memenuhi kebutuhan panggilan tugas," katanya.

Beberapa kegiatan yang masih terus memerlukan perhatian di tahun 2021 antara lain pemantapan Perhutanan Sosial, dan pemulihan lingkungan secara sistematis, masif, meluas, dan melembaga. Kemudian, peningkatan penanganan bio-diversity dan kawasan konservasi secara keseluruhan. Selanjutnya, peningkatan produktivitas dunia usaha dengan sistem multi usaha, dan modernisasi kerja birokrasi dengan sistem dan penyederhanaan perijinan berusaha.

Berikutnya, membangun penataan kawasan hutan, dan membangun kesadaran bersama bahwa hutan dan lingkungan sangat penting untuk produktivitas bangsa dan untuk kesejahteraan masyarakat. Berbagai kegiatan di atas, tentu dengan tetap menerapkan standard pengelolaan, dan disertai perlindungan lingkungan, bagi kegiatan berusaha dan kegiatan masyarakat. Pengawasan standar dan law enforcement pun secara ketat dijalankan dengan satu tujuan, yaitu menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

"Saatnya Konsolidasi Rimbawan, di seluruh penjuru tanah air mulai sekarang. Mari kita bangkitkan lagi jiwa korsa Rimbawan Indonesia. Bersama-sama kita berjuang untuk alam Indonesia, untuk negara dan bangsa Indonesia," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini