Holding Ultra Mikro, Jurus Pemerintah Suntik Modal UMKM

Holding Ultra Mikro, Jurus Pemerintah Suntik Modal UMKM Kredit Foto: Ferry Hidayat

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih menjadi motor utama dalam memulihkan perekonomian, sebab sektor ini berkonstribusi 61% dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Akan tetapi, banyak UMKM yang berjatuhan akibat dampak pandemi Covid-19. Oleh karenanya, sektor UMKM ini menjadi sektor yang paling harus dibantu jika ingin memulihkan perekonomian nasional.

Menyadari hal tersebut, pemerintah pun telah menganggarkan berbagai insentif untuk sektor UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Berbagai bantuan tersebut mulai dari subsidi bunga, bantuan usaha produktif usaha mikro, penempatan dana hingga dukungan lainnya.

Yang terbaru, pemerintah berencana untuk membentuk Holding Ultra Mikro yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani atau (PNM), untuk memperkuat akses pembiayaan atau permodalan dari perbankan ke sektor UMKM.

Baca Juga: Strategi BUMN dan Pengusaha Bantu UMKM Perikanan

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun pun meyakini, ekosistem holding ultra mikro, bakal mendorong potensi pembiayaan lebih murah untuk 24 juta UMKM pada 2024.

Menurutnya, dengan dengan ekosistem tersebut dampak profitabilitas dari sinergi tersebut bakal berdampak pada nasabah, seperti penurunan suku bunga pinjaman serta profiling nasabah yang lebih cepat.

"Upaya pemerintah ini sangat luar biasa, keberpihakan Ultra Mikro ini untuk mendukung masyarakat," tegasnya dalam diskusi virtual bertajuk 'Memulihkan Ekonomi dengan Menyelematkan UMKM dari Krisis, Efektif?' di Jakarta, Jumat (19/3/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari mengakui, UMKM memang membutuhkan tambahan likuiditas untuk meningkatkan usahanya. Ini tercermin dari current ratio UMKM selama tahun lalu menurun menjadi 6,35 persen, dari tahun sebelumnya 6,98 persen. Begitu juga cash ratio yang turun menjadi hanya 2,38 persen, dari tahun sebelumnya 3,59 persen.

Selanjutnya
Halaman

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini