Pemerintah Panggil Tencent, Alibaba, dan TikTok, Ada Apa Tuh?

Pemerintah Panggil Tencent, Alibaba, dan TikTok, Ada Apa Tuh? Kredit Foto: KrAsia

Regulator internet China memanggil 11 raksasa teknologi, termasuk Alibaba, Tencent, Xiaomi, pemilik TikTok--ByteDance, hingga pesaingnya, Kaishou. Mengapa?

Mengutip Pandadaily, Jumat (19/3/2021), pertemuan itu membahas penggunaan platform sosial berbasis suara dan teknologi deep fake untuk perkuat manajemen keamanan di industri.

"Otoritas China akan meminta perusahaan teknologi domestik melakukan penilaian keamanan layanan mereka dan memberi tahu regulator sebelum meningkatkan fungsi yang mampu memandu opini publik," jelas laporan tersebut.

Baca Juga: Tantang Dominasi TikTok, Youtube Boyong Layanan Video Pendek ke Negara ....

Baca Juga: Pengguna Twitter Dapat Kirim Bitcoin, Lewat 1 Kali Tweet Saja!

Setelah China memblokir aplikasi Clubhouse, sejumlah raksasa teknologi China--Alibaba, Tencent, Xiaomi, ByteDance--mengembangkan platform dialog daring serupa.

Aplikasi Clubhouse sendiri telah menarik minat tinggi di China karena memberi ruang privasi berbentuk ruang obrolan bagi pengguna. Namun, fenomena itu mau tak mau melahirkan kekhawatiran tentang munculnya konten terkait topik sensitif atau politis.

Di sisi lain, teknologi deep fake memungkinkan pengguna mengganti wajah di gambar, suara, bahkan video dengan memanfaatkan pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan.

Sebagai contoh, perangkat lunak Avatarify yang sudah mengumpulkan 1,5 juta pemasangan harus rela didepak dari toko aplikasi Apple seminggu setelah rilis karena kekhawatiran soal keamanan data.

Menanggapi berbagai masalah di industri internet, Beijing memutuskan memperkuat kontrol. Langkah terbaru menunjukkan upaya regulator memperluas regulasi ketat sektor tersebut.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini