Lagi Panas-panasnya, Biden Tetap Ogah Ketemu Putin

Lagi Panas-panasnya, Biden Tetap Ogah Ketemu Putin Kredit Foto: Antara/REUTERS/Jonathan Ernst

Presiden Amerika Serikat (AS) Biden menolak melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Hubungan diplomatik kedua negara memanas setelah Biden menyebut Putin sebagai pembunuh.

Setelah pernyataan Biden tersebut, Putin menginstruksikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia untuk menghubungi Gedung Putih. Dia meminta diadakan pertemuan dengan Biden pada 18 atau 22 Maret. Namun Kemlu Rusia menyebut Washington tidak mendukung usulan tersebut.

"Kesempatan lain untuk menemukan jalan keluar dari kebuntuan yang diciptakan oleh Washington dalam hubungan Rusia-Amerika telah terlewatkan," kata Kemlu Rusia, Senin (22/3).

Kemlu Rusia mengatakan tanggung jawab itu sepenuhnya terletak pada AS. Jubir Gedung Putih, Jen Psaki mengetahui agenda pertemuan yang diusulkan Moskow. Dia menyebut Biden memiliki banyak agenda pada 19 Maret. Kendati demikian, Psaki menyatakan Biden mengutarakan keyakinannya bahwa percakapan dengan Putin akan berlangsung pada waktu yang tepat.

Biden menyebut Putin sebagai pembunuh saat mengomentari kasus tentang peracunan tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny. Biden pun menyebut Putin tak memiliki jiwa. Setelah pernyataan tersebut, Rusia memanggil pulang duta besarnya untuk AS, Antoly Antonov.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini