COVID-19 Ubah Pola Konsumsi Masyarakat di E-Commerce

COVID-19 Ubah Pola Konsumsi Masyarakat di E-Commerce Kredit Foto: Tanayastri Dini Isna

Karena COVID-19, pola konsumsi dalam berbelanja berubah. Memanfaatkan saluran belanja daring jadi salah satu opsinya.

Buktinya, riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan terjadinya peningkatan pengeluaran konsumen e-commerce Tokopedia saat pandemi daripada sebelum pandemi.

"Rata-rata pengeluaran bulanan konsumen sebelum dan saat pandemi di Tokopedia meningkat 71%,” jelas Kepala LPEM FEB UI, Riatu Mariatul Qibthiyyah. 

Baca Juga: Riset: 7 dari 10 Penjual di E-Commerce Ini Catat Kenaikan Rerata Penjualan 133% di Tengah Pandemi

Baca Juga: Bitcoin Makin Tokcer, Naik Hampir 5%! Gegara Tweet Miliarder Elon Musk Nih

Riset tersebut juga menyebut, transaksi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, hobi dan tagihan meningkat saat pandemi. 

Riatu mengatakan, "Platform belanja online Tokopedia semakin diandalkan berbagai kalangan. Konsumen baru dari kalangan ibu rumah tangga, pelajar, mitra aplikasi online, wirausaha tanpa karyawan dan pekerja lepas meningkat di masa pandemi."

Lantas, hal itu berdampak pada meningkatnya jumlah pengguna aktif bulanan di Tokopedia. Menurut Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni, kenaikannya melampaui 10 juta pengguna aktif.

"Di Tokopedia sendiri, terdapat pertumbuhan jumlah pengguna aktif bulanan, awalnya lebih dari 90 juta pada Januari 2020, menjadi lebih dari 100 juta saat ini," kata Astri.

Dari segi pembayaran, konsumen lebih banyak mendaftarkan dompet digital terverifikasi dan mobile/internet banking. Transaksi selama pandemi pun lebih banyak terjadi lewat akun virtual dan dompet digital.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini