Pfizer Mulai Uji Klinis Perdana untuk Pil Covid-19, Duh Bikin Penasaran

Pfizer Mulai Uji Klinis Perdana untuk Pil Covid-19, Duh Bikin Penasaran Kredit Foto: REUTERS/Michael Erman, Julie Steenhuysen

"Kandidat obat oral dan intravena ini berpotensi menciptakan paradigma pengobatan end-to-end, yang dapat melengkapi vaksinasi. Terutama, pada daerah yang tingkat kerawanannya masih tinggi," papar Dolsten.

Saat ini, sudah ada dua pendahulu kandidat obat antivirus yang mendahului Pfizer. Kedua kandidat yang masing-masing dikembangkan oleh duet Merck & Co dan Ridgeback Bio, serta Roche Holding dan Atea Pharmaceutical itu, kini tengah berada dalam uji coba tahap pertengahan

Sementara remdesivir produksi Gilead Sciences, telah mendapat lampu hijau dari FDA, yang merupakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di AS. Sedangkan izin penggunaan darurat, telah diberikan untuk dua terapi kombinasi dari Eli Lily dan Regeneron.

Kabar peluncuran uji klinis obat Covid ini, disampaikan berbarengan dengan rencana Pfizer memproduksi vaksin baru, dengan menggunakan tekonologi mRNA seperti pada vaksin Covid.

"Teknologi ini terbukti memiliki potensi dan dampak yang dramatis. Kami adalah perusahaan terbaik saat ini, yang mampu membawa teknologi tersebut ke jenjang berikutnya, dengan segenap kemampuan yang kami miliki," ujar Chief Executive Pfizer, Albert Bourla kepada The Wall Street Journal.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini