Boris Johnson Mungkin Nyalakan Lampu Hijau buat Kirim Pasukan ke Yaman, Apa Alasannya?

Boris Johnson Mungkin Nyalakan Lampu Hijau buat Kirim Pasukan ke Yaman, Apa Alasannya? Kredit Foto: Antara/Rui Vieira

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tidak mengesampingkan kemungkinan mengirimkan pasukan ke Yaman. Ia pun berharap kondisi Yaman ke depan sangat berbeda dari sekarang.

"Tidak ada permintaan atau indikasi khusus untuk melibatkan militer Inggris tapi hal ini jelas sesuatu yang siap kami pertimbangkan bila kondisinya tepat," kata Johnson saat berpidato di depan komite bidang luar negeri, seperti dikutip Arab News, Jumat (26/3/2021).

Baca Juga: Arab Saudi Ajukan Gencatan Senjata Yaman, Pentolan PBB: Terima Kasih Kerajaan

Konflik di Yaman dimulai ketika milisi Houthi yang didukung Iran menggulingkan pemerintahan yang diakui masyarakat internasional pada 2014 lalu. Arab Saudi menentang penggulingan itu dan mengirim pasukan ke Yaman membantu pemerintahan Abd Rabbu Monsour Hadi.

Pada Senin (22/3/2021) lalu, Arab Saudi mengumumkan inisiatif untuk membantu faksi-faksi di Yaman meraih resolusi damai dalam konflik yang sudah berlangsung selama enam tahun.

Rencana Arab Saudi untuk mendorong berbagai pihak dalam konflik untuk melakukan gencatan senjata mendapat dukungan luas. Johnson mengatakan Inggris mendukung gencatan senjata dan berharap dapat mengarah pada 'progres politik yang serius'.

Pernyataan Johnson ini untuk menjawab pertanyaan ketua komite dari Partai Konservatif, Tobias Ellwood yang bertanya apakah Johnson bersedia mengirim pasukan Inggris ke Yaman untuk menstabilkan negara tersebut.

Pada Selasa (23/3/2021) lalu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutterse mengatakan ia menyambut baik inisiatif Arab Saudi. Gutterres juga mendesak semua pihak mengambil kesempatan untuk meraih perdamaian.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini