Jabar Rilis Tiga Portal Data, Gubernur Ridwan Kamil Bilang...

Jabar Rilis Tiga Portal Data, Gubernur Ridwan Kamil Bilang... Kredit Foto: Rahmat Saepulloh

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meluncurkan tiga portal data bernama Open Data Jabar, Satu Data Jabar, dan Satu Peta Jabar. Jenis data yang disajikan yakni dataset, visualisasi, dan indikator kinerja. 

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (Emil) mengatakan dengan hadirnya portal data dan informasi yang komprehensif, keputusan dan kebijakan Pemprov Jabar akan efektif dan efisien. 

"Karena kami mendapati selaku pemakai data seringkali keputusan-keputusan itu tidak akurat, tidak tepat, ragu-ragu karena data yang kurang pas. Saya selalu punya prinsip good decision coming from good data," kata Emil kepada wartawan di Bandung, Kamis sore (25/3/2021). Baca Juga: Anies Kokoh di Puncak, Ganjar dan Ridwan Kamil Mengekor di Pilpres 2024! AHY Gimana?

Terdapat perbedaan dari portal Open Data Jabar, Satu Data Jabar, dan Satu Peta Jabar. Open Data Jabar dapat diakses oleh masyarakat dan data yang disajikan bersifat publik. 

Satu Data Jabar menjadi portal berbagi pakai data antar perangkat daerah di Pemda Provinsi Jabar. Ada data yang dikecualikan, data publik, dan data internal, di dalam Satu Data Jabar. 

Sedangkan Satu Peta Jabar menjadi portal berbagi pakai data yang berisi data-data geospasial atau berupa peta. Ketiga portal tersebut saling terintegrasi. 

Pengkategorian data publik, data internal, dan data dikecualikan, pun disusun berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). 

"Saya berharap akan ada ratusan atau ribuan data datang dari seluruh perangkat daerah. Tapi saya titip untuk dikelola satu portal datanya, satu ekosistemnya, oleh Diskominfo," ujarnya.

"Kami harus jadi yang terdepan dalam penggunaan data spasial kalau bisa lebih animatif kalau ada teknologinya sehingga enak dilihat," tambahnya.

Tampilan ketiga portal tersebut dibuat ramah pengguna. Tujuannya supaya masyarakat umum mudah mengakses data yang disajikan. Pengguna juga tidak perlu klarifikasi terkait data karena data yang disajikan sudah divalidasi dan terpercaya.

Emil juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan data yang disajikan dalam EDJ untuk berkontribusi dalam pembangunan Jabar. 

"Tentunya bagi bagian dari transparansi ke pemerintahan semua data ini bisa diakses oleh seluruh masyarakat Jawa Barat untuk kepentingan pembangunan, untuk kepentingan studi, kepentingan riset dan kepentingan lain-lain," jelasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini