Sepanjang 2020, PermataBank Cetak Pendapatan Operasional Rp3,8 Triliun

Sepanjang 2020, PermataBank Cetak Pendapatan Operasional Rp3,8 Triliun Kredit Foto: Sufri Yuliardi

PT Bank Permata Tbk (PermataBank) mempertahankan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2020 dengan mencatat kenaikan aset 22,4% menjadi Rp198 triliun. 

Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari pandemi COVID-19 dan ketidakpastian ekonomi global, PermataBank sukses menyelesaikan proses integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia (BBI)dalam waktu yang singkat pada tanggal 21 Desember 2020.

Keberhasilan ini telah menghantarkan PermataBank menjadi salah satu Bank Buku IV berdasarkan surat konfirmasi dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 20 Januari 2021 dengan membukukan total modal Rp43 Triliun dan CAR meningkat secara signifikan menjadi 35,7%.

Dr. Ridha D.M. Wirakusumah, Direktur Utama PermataBank mengatakan, pihakny sangat bersyukur bahwa PermataBank dapat mencetak beberapa tonggak sejarah baru sertamenutup tahun 2020 dengan hasil yang memuaskan. 

"Walaupun dihadapi dengan kondisi perekonomian yang penuh tantangan, kami dapat menyelesaikan proses akuisisi dengan Bangkok Bank. Pada akhir tahun, jumlah nasabah Bank mencapai hampir 4 juta nasabah yang tersebar di 62 kota dengan 300 cabang, 4 diantaranya direnovasi menjadi model branchyang terdigitalisasi. Permodalan dan likuiditas kami terjaga kuat seiring dengan keberhasilan proses integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia yang berjalan lancar diakhiri dengan masuknya PermataBank ke jajaran Bank BUKU IV pada akhir Januari 2021,” pungkasnya di Jakarta, Jumat (26/3/2021).

Baca Juga: Kredit PermataBank Tumbuh 9,2% di 2020, Bagaimana dengan Tahun ini?

Adapun pada tahun tersebut, PermataBank berhasil membukukan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp3,8 Triliun atau meningkat 23,7% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pertumbuhan ini dikontribusikan oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 14,2% dan pendapatan non-bunga sebesar 16,1% Year-on-Year (YoY)," tukasnya.

Pencapaian ini diikuti dengan perbaikan rasio marjin bunga (Net Interest Margin atau NIM) menjadi 4,7%, meningkat dari 4,4% di periode yang sama tahun lalu sejalan dengan strategi Bank dalam mengelola struktur likuiditas secara optimum.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini