Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok dan Vietnam Mulai V-Shape

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok dan Vietnam Mulai V-Shape Kredit Foto: Antara/REUTERS/Thomas Peter

World Bank (Bank Dunia) menilai banyak dari perekonomian negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik mulai bangkit di paruh kedua tahun 2021, setelah awalnya mengalami kemunduran.

Akan tetapi, dari antara negara-negara ekonomi besar di kawasan ini, hanya Tiongkok dan Vietnam yang mempunyai pola pemulihan berbentuk V (V-shape) dengan pertumbuhan yang melampaui level pra-Covid-19 tahun 2020.

Baca Juga: Ahli Ramalkan RCEP Akan Memperburuk Kondisi Ekonomi ASEAN karena...

Demikian diungkapkan dalam Laporan Terbaru Bank Dunia tentang Perekonomian di Kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi April 2021 yang dirilis pada Jumat (26/3/2021).

"Sebagian besar negara lainnya belum pulih secara penuh dari segi output maupun momentum pertumbuhan. Bahkan sampai akhir tahun 2020, output di empat negara ekonomi besar lainnya telah membaik, tetapi secara rata-rata masih berada di kisaran 5% di bawah level pra-pandemi. Kesenjangan terkecil terdapat di Indonesia (2,2%) dan kesenjangan terbesar di Filipina (8,4%)," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa.

Melihat kondisi tersebut, secara umum Bank Dunia meramalkan pertumbuhan ekonomi Kawasan Asia Timur dan Pasifik akan meningkat menjadi 7,5% pada tahun 2021. "Pertumbuhan perekonomian di kawasan ini diharapkan makin cepat dari 1,2% pada tahun 2020 menjadi 7,5% pada tahun 2021," tambahnya.

Pada proyeksi terbarunya, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan Vietnam akan tumbuh masing-masing sebesar 8,1% dan 6,6%. Angka proyeksi ini meningkat dari 2,3% dan 2,9% pada tahun 2020.

Untuk negara-negara besar lainnya yang terdampak lebih parah oleh krisis yang terjadi akan bertumbuh pada angka rata-rata 4,6%, sedikit lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan sebelum masa krisis.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini