Manuver Moeldoko Caplok Partai Bikin Resah Kader PDIP: Bapak Politisi Naturalisasi

Manuver Moeldoko Caplok Partai Bikin Resah Kader PDIP: Bapak Politisi Naturalisasi Kredit Foto: Antara/Endi Ahmad

Kader perempuan Demokrat, Imelda Sari langsung menanggapi omongan Effendi. “Ada istilah baru dari Bang Effendi Simbolon, Pak Moel Bapak Naturalisasi. Jadi maksudnya ada yang mau jadi kader PD via green card ya Bang?” kicau Imelda, di akun @isari68, sambil menautkan berita terkait.

Deputi Badan Komunikasi Strategis Demokrat, Ricky Kurniawan ikutan menimpali. “Saya rasa hampir semua politikus yang berakal sehat akan merasa risih apabila didekati orang tidak bermoral dan tidak beretika seperti Moeldoko,” kicau @ricky_kch.

Tak hanya orang Demokrat yang ikutan berkomentar. Selebtwit macam Umar Hasibuan, ikut tertawa mendengar istilah baru itu. “Haaha. kayak pemain bola saja, Naturalisasi dari Hanura jadi Ketum Demokrat versi Padang Mahsyar,” kicaunya, di akun @umarAlchelsea.

Akun @soeyoto1 mengatakan, dari omongan Effendi ini bisa diketahui bahwa PDIP sangat risih dan gak nyaman dekat dengan Moeldoko. “Mau jadi politikus tapi politisi pada menolak. Trus bagaimana bergaulnya. Pasti pada risih didekati,” ujarnya. “Wah.. wah.. wah... rupanya jenderal Moeldoko gak punya nilai jual. Menyedihkan,” timpal akun @jhony52.

Apa tanggapan kubu Moeldoko? Salah satu inisiator Kongres Luar Biasa Demokrat Deli Serang, Max Sopachua tak terima dengan omongan Effendi. Menurutnya, tak elok kader Banteng yang sudah lama di DPR terpancing oleh poster hoaks Puan-Moeldoko.

Eks anggota DPR ini menegaskan, poster Puan-Moeldoko dibikin oleh orang-orang yang tidak menyukai kubu Moeldoko. Sengaja disebar untuk memfitnah, memojokkan Moeldoko.

“Harusnya Effendi paham itu. Jangan terjeremus mengomentari poster yang jelas-jelas hoaks,” kata Max, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Max lalu mengeluhkan banyak sekali meme yang dibuat untuk memfitnah dan menyerang Moeldoko. Salah satunya poster Puan-Moeldoko. Dia menegaskan, Moeldoko belum memikirkan untuk pilpres.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai istilah yang digunakan Effendi adalah sindiran telak kepada Moeldoko. Ini juga memperlihatkan bahwa Effendi sangat rasional dan tidak respek terhadap manuver Moeldoko.

Menurutnya, PDIP ingin menegaskan bahwa apa yang dilakukan Moeldoko sama saja dengan menampar dan menginjak-injak kader parpol yang sedang berjuang di manapun. “Ini sindiran keras dan yang paling telak yang pernah didengar,” kata Pangi, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Menurut Pangi, wajar kalau parpol lain seperti PDIP, enggan dikaitkan dengan manuver Moeldoko. Karena parpol tersebut akan terkena imbas buruk dari apa yang dilakukan Moeldoko. Tak heran, bila sebelumnya Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto merespons keras saat disebut bahwa Megawati bertemu dengan Moeldoko.

Seingat Pangi, sampai saat ini belum ada parpol yang memberikan dukungan kepada Moeldoko. Justru yang ada adalah simpati kepada AHY. “Sangat rasional kalau parpol tidak membela Moeldoko. Karena mereka juga tidak mau partainya mengalami hal yang sama. Mereka pasti takut kena karma,” ujarnya.

Dengan omongan Effendi, bisa diketahui bahwa Moeldoko sebenarnya sudah dikucilkan oleh orang-orang parpol. Namun Moeldoko masih percaya diri karena masih merasa mendapat dukungan presiden. Karena sampai saat ini presiden belum menegur. Justru terkesan membiarkan anak buahnya itu. “Kalau bukan pejabat Istana mungkin lain ceritanya. Masalahnya, Moeldoko adalah pejabat istana,” tuntasnya. 

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini