Moeldoko Dijuluki Jenderal Santri, Demokrat Kubu AHY: Menggelikan dan Berlebihan

Moeldoko Dijuluki Jenderal Santri, Demokrat Kubu AHY: Menggelikan dan Berlebihan Kredit Foto: Antara/Endi Ahmad

Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai, label yang disematkan Moeldoko sebagai Jenderal Santri saat sedang beribadah terlalu berlebihan.

“Sungguh menggelikan dan sangat berlebihan,” kata Deputi Badan Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Pusat (Bappilu DPP) Partai Demokrat kubu AHY, Kamhar Lakumani kepada wartawan, kemarin.

Baca Juga: Solid Bersama Demokrat Kubu AHY, Andi Arief: Lebih Baik Miskin Ketimbang Berkhianat!

Kamhar mengaku miris, melihat praktik ibadah dijadikan ajang pencitraan untuk mendapatkan simpati masyarakat. Kata dia, dalam bahasa agama itu masuk dalam kategori perbuatan riya.

Publik, kata dia, tidak mungkin mudah tertipu dengan pencitraan seperti ini apalagi label “Jenderal Santri” untuk seorang Moeldoko yang sepak terjangnya diketahui publik sebagai aktor kunci pembegalan demokrasi terhadap Partai Demokrat. “Jauh dari sifat kesatria dan sifat keperwiraan,” sindirnya.

Dikatakan, label Jenderal Santri itu semakin menggelikan karena yang menyematkannya adalah Darmizal Cs, orang-orang yang telah dipecat tidak hormat karena menjadi komprador pihak luar menggerogoti Demokrat dari dalam. “Ini bentuk pengkhianatan,” katanya.

Meski begitu, Kamhar mendoakan Moeldoko Cs semoga diberikan kesadaran agar tak riya dan kembali ke jalan yang benar.

“Ketum AHY akan senantiasa membuka pintu maaf meski Moeldoko telah melakukan hal yang mengecewakan, jika dia menyadari kekeliruannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat kubu Moeldoko, Darmizal, menyebut Ketua Umumnya Moeldoko bukan hanya cakap dan berprestasi sebagai Panglima TNI, juga pemimpin yang mampu memimpin shalat (Imam) dengan kemampuan bacaan yang baik.

Lantaran hal itu, DPP Partai Demokrat tak ragu memberikan julukan “Jenderal Santri” kepada Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan itu diyakini akan memberi wajah dan semangat baru bagi perjalanan Partai Demokrat.

“Kami semakin bangga dengan Ketum (Pak) Moeldoko yang juga seorang santri,” tutur Darmizal. 

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini