Anies Lagi yang Kena Hantam Ferdinand: Fokus, Jangan Sampai Bom Makassar Bikin Lupa Korupsi..

Anies Lagi yang Kena Hantam Ferdinand: Fokus, Jangan Sampai Bom Makassar Bikin Lupa Korupsi.. Kredit Foto: Instagram/ferdinand_hutahaean

Mantan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean berharap insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3), tidak mengalihkan fokus penuntasan kasus korupsi terkait Program Rumah DP Rp0 dan Formula E. 

“Sahabat, tetaplah fokus kpd hal yg sangat penting saat ini, soal dugaan korupsi. Jangan sampai penahanan RJ Lino dan ledakan bom di Makasar itu mengalihkan fokus kita mengawal dugaan korupsi di @KPK_RI yaitu Rumah DP 0% yg sdg diproses dan Dana Formula E yg blm disentuh. FOKUS!” cuitnya, dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Senin (29/3/2021). Baca Juga: Bom Meledak di Gereda Katedral, Ferdinand Tinju Anies Baswedan yang "Diem-Diem Bae"

Diketahui sebelumnya, KPK saat ini telah menetapkan Direktur Utama PT Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk Proyek Rumah DP Nol Persen di Pondok Ranggon, Jakarta Timur.Baca Juga: Teriak Sejadi-jadinya, Ferdinand Hutahaean: Tangkap Anies! Boroknya Langsung Diumbar...

Sementara itu, kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp100 miliar. 

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, merespons desakan beberapa pihak yang meminta Gubernur Anies Baswedan untuk ikut diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait penetapan Direktur Utama nonaktif Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan lahan rumah DP Rp0. 

Terkait itu, ia menyatakan jika atasannya siap memenuhi panggilan jika dipanggil KPK.

"Semua warga negara siap, tapi kan harus ada aturannya. Tentu KPK sangat profesional," ujarnya, kepada wartawan, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya, KPK dalam menentukan siapa saja pihak yang harus dimintai keterangan mempunyai pertimbangan sendiri.

Sambung dia, jika orang-orang yang dipanggil KPK haruslah memiliki keterlibatan atau keterangan yang sangat diperlukan.

"Tidak sembarangan panggil, periksa, dan kami hormati apa yang menjadi keputusan kebijakan. Kami yakin KPK akan profesional," jelasnya.

Karena itu juga, dirinya meminta semua pihak yang diperlukan dipanggil untuk siap memenuhi panggilan.

"Begitu juga dengan pihak Sarana Jaya juga harus transparan dalam kasus ini. Kami yakin KPK akan profesional," pungkasnya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini