Kandasnya Kapal Kargo Raksasa di Terusan Suez Dianggap Kutukan Firaun

Kandasnya Kapal Kargo Raksasa di Terusan Suez Dianggap Kutukan Firaun Kredit Foto: Getty Images

Publik Mesir ramai-ramai berspekulasi bahwa rentetan kecelakaan di negara itu, termasuk insiden kapal kontainer raksasa di Terusan Suez, merupakan "kutukan" Firaun. Arkeolog terkenal Mesir menepis spekulasi semacam itu.

Spekulasi publik yang bermunculan di media sosial mengatakan "kutukan" Firaun berada di balik serangkaian kecelakaan di Mesir karena negara berencana untuk merelokasi sejumlah mumi kuno dari museum terkenal di Kairo.

Baca Juga: Mesir Ditawari Rusia Bantuan untuk Evakuasi Kapal Kargo di Terusan Suez

Selama beberapa hari terakhir, Mesir telah menyaksikan Terusan Suez, salah satu rute maritim tersibuk di dunia, diblokir setelah sebuah kapal kontainer raksasa kandas di lorong perairan tersebut. Insiden kapal kontainer Ever Given itu membuat dunia rugi triliunan rupiah setiap harinya.

Insiden lainnya, yakni pada hari Jumat, dua kereta bertabrakan di Mesir selatan, yang menewaskan 22 orang. Kemudian pada hari Sabtu, sebuah gedung bertingkat tinggi runtuh di Kairo, menyebabkan sedikitnya 23 orang tewas.

Otoritas Purbakala Mesir berencana untuk memindahkan sejumlah mumi kuno dalam parade profil tinggi dari Museum Nasional di Tahrir Square ke museum Islam lainnya di Kairo pada pekan ini.

"Pembicaraan [spekulasi] ini tidak berdasar karena relokasi mumi akan menghormati mereka karena mereka akan ditempatkan di tempat yang menjadi milik mereka dan sejarah mereka," kata arkeolog terkenal Mesir, Zahi Hawwas, seperti dikutip Gulf News, Minggu (28/3/2021).

Dia mengatakan kepada stasiun televisi Al Nahar bahwa kematian beberapa arkeolog setelah mereka membuka kuburan Mesir kuno pada tahun-tahun terakhir ini disebabkan oleh kuman beracun di dalamnya.

“Prosesi mumi kerajaan [selama relokasi mereka] adalah publisitas terbesar untuk Mesir. Mata seluruh dunia akan tertuju pada Mesir di tengah penghormatan yang tinggi selama pengangkutan mumi yang akan memakan waktu 40 menit," papar Hawwas.

Mesir baru-baru ini meningkatkan upaya untuk merombak situs-situs kuno dan membangun lebih banyak museum sebagai bagian dari upaya untuk meremajakan pariwisatanya, yang merupakan sumber utama pendapatan nasional.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini