Perusahaan Milik Jusuf Kalla Telan Pil Pahit, Omzet dan Cuan Anjlok Berjemaah!

Perusahaan Milik Jusuf Kalla Telan Pil Pahit, Omzet dan Cuan Anjlok Berjemaah! Kredit Foto: Antara/Puspa Perwitasari

PT Bukuka Teknik Utama Tbk (BUKK) menelan pil phait sepanjang tahun 2020. Bagaimana tidak, pendapatan dan keuntungan perusahaan banyak terpangkas selama periode tersebut. Manajemen melaporkan, laba bersih Bukaka turun 16,15% dari Rp492,02 miliar pada Desember 2019 menjadi Rp423,61 miliar pada Desember 2020.

Merujuk ke laporan keuangan tahunan Bukaka, pendapatan perusahaan anjlok hingga 51,76% sepanjang tahun 2020. Jika pada Q4 2019 lalu pendapatan dari kontrak konstruksi dan nonkonstruksi Bukaka mencapai Rp6,04 triliun, nilai tersebut turun menjadi Rp3,98 triliun pada Q4 2020.  Baca Juga: Bravo! Rupiah Hari Ini Sukses Bikin Dolar AS dan Mata Uang Dunia KO!

Kontributor terbesar bagi pendapatan Bukaka bersumber dari jaringan transmisi listrik, jembatan, dan forging yang mencapai Rp3,35 triliun pada Desember 2020. Nilai tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,60 triliun. Pendapatan dari fasilitas dan perlengkapan bandara juga menurun dari sebelumnya Rp290,97 miliar menjadi Rp262,48 miliar.  Baca Juga: Daftar Harga Emas 24 Karat Per Senin, 29 Maret 2021

Meskipun begitu, perusahaan milik keluarga Jusuf Kalla ini berhasil menambah pendapatan dari peralatan jalan, kendaraan khusus, dan oil gas equipment, yakni dari Rp131,86 miliar menjadi Rp315,38 miliar. Pendapatan penjualan PLTM juga meningkat dari awalnya Rp12,29 miliar pada 2019 menjadi Rp17,52 miliar pada 2020. Kemudian, tahun ini Bukaka membukukan pendapatan baru dari penjualan nikel sebesar Rp33,94 miliar.

Koreksi terhadap laba bersih Bukaka dapat tertahan oleh keberhasilan perusahaan dalam menekan beban pajak penghasilan dari yang awalnya Rp142,93 miliar pada 2019 menjadi Rp108,97 miliar pada 2020. Kerugian aktuarial juga berhasil dipangkas dari Rp23,45 miliar menjadi Rp14,84 miliar secara tahun ke tahun.

Kendati secara performa pendapatan dan laba mengalami penurunan, aset Bukaka tercatat mengalami peningkatan. Per Desember 2019 lalu, aset Bukaka mencapai Rp4,74 triliun, sedangkan Desember 2020 mencapai Rp4,98 triliun.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini